JAKARTA, RADIANTVOICE.ID – Anggota Komisi I DPR RI, Andina Thresia Narang, menilai hubungan antara Partai NasDem dan Partai Gerindra merupakan bagian dari upaya menyatukan arah bangsa, bukan sekadar dinamika politik biasa.
Menurut Andina, komunikasi antarpartai, termasuk pertemuan antara Prabowo Subianto dan Surya Paloh, harus dilihat sebagai bentuk kedewasaan politik dalam sistem presidensial.
“Kalau dua tokoh bangsa bertemu untuk menyamakan arah, itu harus dibaca sebagai upaya memperkuat stabilitas dan efektivitas pemerintahan,” ujar Andina dalam keterangannya, Kamis (16/4/2026).
Ia menegaskan, publik tidak perlu menyederhanakan komunikasi politik tersebut sebagai indikasi peleburan partai. Menurutnya, kolaborasi lintas partai justru mencerminkan kematangan dalam berpolitik demi kepentingan nasional.
Andina juga menilai bahwa sinergi politik tidak membuat partai kehilangan identitas. Sebaliknya, kemandirian partai tetap dapat berjalan seiring dengan kerja sama strategis untuk mendukung agenda negara.
“Berada bersama pemerintah bukan berarti kehilangan identitas. Justru di situ terlihat karakter dan komitmen untuk memastikan agenda negara berjalan,” katanya.
Lebih lanjut, ia menyebut dukungan terhadap pemerintah tidak selalu harus diwujudkan melalui posisi di kabinet, melainkan juga melalui peran aktif di parlemen dalam mengawal kebijakan.
Di sisi lain, Andina mengingatkan pentingnya peran media dalam menjaga kualitas demokrasi. Ia menekankan bahwa kebebasan pers harus diiringi dengan akurasi dan verifikasi yang kuat agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
“Ini bukan soal merger. Ini adalah ikhtiar menyatukan arah bangsa demi stabilitas, pembangunan, dan persatuan,” pungkasnya (RED).




























Discussion about this post