JAKARTA, RADIANTVOICE.ID – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Puan Maharani, menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang dilaporkan gugur dalam serangan militer yang melibatkan Israel dan Amerika Serikat terhadap wilayah Iran pada 28 Februari 2026.
“Atas nama pimpinan dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia, kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya yang mulia Ayatullah Ali Khamenei, pimpinan tertinggi Republik Islam Iran, yang gugur dalam serangan militer Israel dan Amerika Serikat terhadap wilayah Iran pada tanggal 28 Februari 2026,” ujar Puan saat membacakan pidato dalam Rapat Paripurna di Gedung Nusantara II, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (10/3/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan dalam agenda pembukaan Masa Persidangan IV Tahun Sidang 2025–2026. Dalam pidatonya, Puan juga menyampaikan simpati kepada rakyat Iran yang tengah menghadapi masa sulit akibat konflik tersebut.
Ia menegaskan bahwa Indonesia sebagai negara yang menjunjung tinggi prinsip kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial akan terus mendukung berbagai upaya diplomasi untuk mencegah konflik yang lebih luas.
“DPR RI mendukung setiap upaya dan inisiatif diplomasi, baik yang dilakukan secara bilateral, regional maupun multilateral, untuk mendorong seluruh pihak dapat menahan diri dan menghindari eskalasi konflik yang lebih luas, mengedepankan penghormatan terhadap kedaulatan negara, serta menyelesaikan sengketa secara damai,” katanya.
Selain itu, Puan juga menyoroti pentingnya peran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam menjaga stabilitas global. Ia mendesak lembaga internasional tersebut mengambil langkah konkret dalam menegakkan hukum internasional serta melindungi masyarakat sipil dari dampak konflik bersenjata.
“DPR RI mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk mengambil peran serta bertindak dalam menjaga penghormatan terhadap hukum internasional, perlindungan terhadap masyarakat sipil, serta komitmen bersama menjaga perdamaian dan stabilitas global,” ujarnya.
Dalam pidatonya, Puan juga menekankan pentingnya Indonesia terus menjalankan politik luar negeri bebas aktif dalam merespons dinamika geopolitik global secara bijaksana dan konstruktif.
Menurutnya, meningkatnya konflik geopolitik di berbagai kawasan menunjukkan bahwa penyelesaian sengketa internasional masih sering ditempuh melalui kekuatan militer. Ketegangan antara Amerika Serikat dan Israel di satu sisi dengan Iran di sisi lain, kata dia, mencerminkan kompleksitas hubungan internasional yang dipenuhi kepentingan strategis serta persaingan kekuatan global.
Puan menilai situasi tersebut semakin menegaskan pentingnya penguatan hukum internasional serta peran lembaga internasional dalam menjaga perdamaian, keadilan, dan stabilitas dunia (RED).





























Discussion about this post