JAKARTA, RADIANTVOICE.ID – Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PKB, Abdullah, meminta aparat penegak hukum memberikan perhatian serius terhadap kasus yang menjerat Ririn Rifanto, terdakwa pembunuhan satu keluarga di Paoman, Indramayu.
Permintaan itu disampaikan menyusul insiden di Pengadilan Negeri Indramayu pada Rabu (29/4/2026), saat Ririn berteriak di hadapan wartawan usai sidang lanjutan dan mengaku bukan pelaku pembunuhan terhadap Budi Awaludin dan keluarganya.
Dalam keterangannya, Ririn juga mengaku mengalami penyiksaan selama proses pemeriksaan hingga menyebabkan kakinya patah dan memaksanya mengaku sebagai pelaku.
Menanggapi hal tersebut, Abdullah menilai terdapat sejumlah kejanggalan yang tidak boleh diabaikan dalam penanganan perkara ini.
“Kasus ini harus mendapat perhatian serius. Jangan sampai ada praktik penyiksaan terhadap tersangka atau terdakwa untuk memaksakan pengakuan, padahal yang bersangkutan bukan pelaku sebenarnya,” ujar Abdullah.
Ia mendesak Kepolisian Negara Republik Indonesia dan Kejaksaan Agung Republik Indonesia untuk turun langsung melakukan investigasi menyeluruh guna memastikan proses hukum berjalan sesuai aturan.
Abdullah juga menyoroti tidak dihadirkannya saksi yang melihat langsung peristiwa pembunuhan dalam persidangan. Menurutnya, hal tersebut semakin memperkuat adanya dugaan kejanggalan dalam proses penanganan kasus.
Ia menegaskan, penegakan hukum harus berlandaskan prinsip keadilan dan penghormatan terhadap hak asasi manusia, tanpa adanya tekanan atau penyimpangan dalam proses penyidikan maupun penuntutan.
“Mabes Polri dan Kejaksaan Agung harus turun tangan. Jika ditemukan pelanggaran, baik oleh penyidik maupun jaksa, harus ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.
Abdullah menambahkan, Komisi III DPR RI akan terus memantau perkembangan kasus tersebut guna memastikan proses hukum berjalan transparan, akuntabel, dan berkeadilan bagi semua pihak.
“Ini penting agar kepercayaan publik terhadap penegakan hukum tetap terjaga,” pungkasnya (RED).




























Discussion about this post