JAKARTA, RADIANTVOICE.ID – Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, mengungkap kisah duka yang dialami M. Sarmuji terkait kepergian putranya dalam acara peluncuran buku, puisi, dan lagu bertajuk “Ekspresi Cinta, Karya dan Doa” di Ruang Pustaka Loka DPR RI, Jakarta, Senin (20/4/2026).
Bahlil menceritakan bahwa dirinya sempat menjenguk langsung almarhum putra Sarmuji saat masih menjalani perawatan, sebelum akhirnya wafat di Singapura.
“Saya masih ingat waktu itu sempat menjenguk almarhum. Dokter saat itu mengatakan kondisinya sempat membaik,” ujarnya.
Ia menyebut peristiwa tersebut menjadi bagian emosional yang turut mempengaruhi lahirnya karya Sarmuji yang berisi puisi, buku, dan lagu penuh refleksi kehidupan.
Menurut Bahlil, pengalaman kehilangan tersebut kemudian diolah menjadi karya yang sarat makna tentang cinta, doa, dan keteguhan menghadapi takdir.
“Tapi Allah berkehendak lain,” katanya.
Duka yang Menjadi Kekuatan Karya
Bahlil menilai, karya Sarmuji tidak hanya menjadi ekspresi seni, tetapi juga bentuk ketegaran dalam menghadapi ujian hidup yang berat.
Ia menekankan bahwa pengalaman kehilangan yang dialami Sarmuji menjadi sumber inspirasi dalam menghasilkan karya yang menyentuh banyak orang.
Menurutnya, pesan dalam karya tersebut relevan untuk menjadi pengingat bahwa setiap manusia akan menghadapi ujian, namun harus tetap kuat dan ikhlas.
Bahlil berharap karya tersebut dapat menjadi pengingat bagi masyarakat luas tentang pentingnya keteguhan, keikhlasan, dan nilai kemanusiaan dalam kehidupan.
Acara peluncuran ini turut dihadiri sejumlah tokoh nasional, anggota DPR RI, serta para undangan yang memberikan apresiasi atas karya yang sarat nilai emosional dan reflektif tersebut (RED).




























Discussion about this post