JAKARTA, RADIANTVOICE.ID – Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa, Sudjatmiko, mendorong pemerintah memperluas program mudik gratis secara signifikan menjelang Lebaran tahun ini. Menurutnya, program tersebut tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas transportasi bagi masyarakat, tetapi juga sebagai instrumen penting untuk meningkatkan keselamatan perjalanan para pemudik.
Sudjatmiko menilai kapasitas program mudik gratis yang tersedia saat ini masih jauh dari memadai dibandingkan dengan potensi jumlah pemudik nasional yang diperkirakan mencapai sekitar 150 juta orang. Pada tahun sebelumnya, program tersebut baru mampu mengakomodasi sekitar 10 juta peserta.
“Mudik gratis bukan sekadar seremoni tahunan, ini adalah instrumen penyelamat nyawa. Kita ingin menekan risiko kecelakaan, terutama bagi pemudik roda dua, dengan mengalihkan mereka ke bus, kapal, atau kereta yang lebih laik jalan,” ujar Sudjatmiko di Jakarta, Selasa (3/3/2026).
Ia menjelaskan bahwa salah satu langkah strategis yang dapat diterapkan adalah skema integrasi transportasi. Dalam konsep tersebut, kendaraan roda dua milik pemudik dapat diangkut menggunakan kapal atau gerbong kargo, sementara pemiliknya menempuh perjalanan menggunakan moda transportasi massal yang lebih aman dan nyaman.
Menurut Sudjatmiko, skema tersebut berpotensi mengurangi kepadatan kendaraan di jalur arteri sekaligus meminimalkan kelelahan fisik pengendara yang kerap menjadi penyebab kecelakaan saat perjalanan jauh.
Selain itu, ia mendorong kolaborasi lintas sektor agar perluasan program mudik gratis tidak hanya bergantung pada anggaran pemerintah. Perusahaan milik negara hingga sektor swasta dinilai perlu dilibatkan untuk memperbesar kapasitas angkut.
“Ruang perluasan program ini masih sangat besar. Kita butuh kolaborasi konkret agar kapasitas angkut meningkat signifikan dan menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” tegasnya.
Di sisi lain, Sudjatmiko juga menilai arus mudik memiliki dampak ekonomi yang besar bagi daerah. Pergerakan jutaan masyarakat dari kota ke kampung halaman membawa perputaran uang yang dapat menggerakkan sektor usaha kecil, pariwisata lokal, hingga perdagangan di daerah.
Namun, ia mengingatkan bahwa potensi ekonomi tersebut hanya dapat maksimal jika kesiapan infrastruktur transportasi darat, laut, dan udara benar-benar terjamin.
“Dana yang mengalir ke daerah akan menggairahkan ekonomi lokal. Tugas pemerintah adalah hadir memberikan kepastian bahwa perjalanan mereka aman dan nyaman,” pungkasnya (RED).



























Discussion about this post