JAKARTA, RADIANTVOICE.ID – Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PKB, Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz, menyoroti pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan Ramadan yang dinilai menuai keluhan dari sejumlah orang tua siswa. Ia meminta Badan Gizi Nasional (BGN) segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kualitas dan standar menu yang diberikan kepada para pelajar.
Menurut Neng Eem, program MBG seharusnya tetap mempertahankan kualitas gizi meski dilaksanakan di tengah ibadah puasa. Ia mengingatkan agar Ramadan tidak dijadikan alasan untuk menurunkan standar makanan yang diberikan kepada siswa.
“Ramadan bukan alasan untuk menurunkan kualitas. Justru ini harus menjadi momentum untuk meningkatkan perhatian terhadap pemenuhan gizi anak-anak,” ujar Neng Eem di Jakarta, Selasa (3/3/2026).
Keluhan terkait menu MBG dilaporkan muncul di sejumlah daerah. Di Kabupaten Kudus, paket makanan yang diterima siswa dilaporkan hanya berisi kacang goreng, roti abon, susu kotak kecil, telur rebus, serta sebutir jeruk. Sementara di Lumajang, siswa disebut hanya mendapatkan susu 125 ml, telur asin, dan jeruk yang bahkan masih mentah.
Neng Eem menilai temuan tersebut menunjukkan adanya potensi ketidaksesuaian dengan pedoman anggaran dan standar kalori nasional yang seharusnya menjadi acuan program MBG.
Ia menegaskan, jika ditemukan pelanggaran atau ketidaksesuaian, maka perlu ada langkah pembinaan hingga sanksi administratif bagi pihak pelaksana di lapangan, termasuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Selain itu, Neng Eem juga mendorong BGN untuk menyusun standar khusus menu MBG selama Ramadan. Standar tersebut harus mencakup komposisi gizi seimbang, daya tahan makanan hingga waktu berbuka puasa, serta transparansi nilai paket makanan di setiap daerah.
“Pengawasan harus diperketat agar setiap rupiah anggaran negara benar-benar berubah menjadi nutrisi berkualitas di piring siswa,” tegasnya.
Ia menambahkan, anak-anak yang menjalankan puasa tetap membutuhkan asupan gizi yang cukup untuk menjaga kesehatan sekaligus menunjang konsentrasi belajar selama di sekolah.
“Program ini harus benar-benar memberi manfaat bagi siswa. Karena itu, kami meminta ada langkah cepat dari BGN agar kualitas dan standar menu MBG selama Ramadan tetap terjaga,” pungkasnya (RED).


























Discussion about this post