BEIJING, RADIANTVOICE.ID – Presiden China Xi Jinping dan Presiden Indonesia Prabowo Subianto pada Sabtu lalu menandatangani sejumlah perjanjian kerja sama strategis dalam berbagai bidang, sebagai bagian dari upaya memperkuat hubungan antara kedua negara. Kerja sama ini mencakup sektor-sektor vital seperti konservasi air, sumber daya maritim, dan pertambangan, demikian dilaporkan CCTV, media pemerintah China.
Kesepakatan-kesepakatan tersebut dilakukan sehari sebelum Prabowo dijadwalkan bertemu dengan beberapa perusahaan top China pada Minggu. Kantor kepresidenan Indonesia mengungkapkan bahwa dalam pertemuan ini akan disepakati investasi bernilai lebih dari 10 miliar dolar AS. “Kami sangat menyambut baik investasi dari perusahaan-perusahaan China,” ungkap Prabowo, seperti dikutip dari CCTV.
Ini adalah kunjungan kedua Prabowo ke China setelah dirinya dilantik sebagai presiden. Dalam pertemuan tersebut, kedua negara menerbitkan pernyataan bersama bertajuk “Memajukan Kemitraan Strategis Komprehensif dan Membangun Komunitas Masa Depan Bersama China-Indonesia,” yang bertujuan memperkuat kerja sama di berbagai sektor strategis.
Presiden Xi Jinping menyatakan komitmen kuatnya untuk bekerja sama dengan pemerintah baru Indonesia demi kepentingan bersama. “China siap meningkatkan kerja sama dengan Indonesia, terutama dalam hal pengentasan kemiskinan, obat-obatan, budidaya tanaman pangan, dan industri perikanan,” ungkap Xi dalam pertemuan yang diadakan di Beijing, Sabtu (9/11/2024) kemarin.
Selain itu, Xi menekankan pentingnya kedua negara untuk “saling mendukung dalam menjaga kepentingan inti dan perhatian utama.” Xi menambahkan bahwa Indonesia dan China juga perlu meningkatkan kerja sama dalam ekonomi digital, manufaktur canggih, dan daur ulang. Xi mengatakan, “China siap menjadi mitra strategis utama Indonesia.”
Kunjungan Prabowo ke China juga dilihat sebagai bukti komitmen Jakarta terhadap hubungan strategis ini. Pilihan China sebagai negara pertama yang dikunjungi setelah dilantik menunjukkan kedekatan diplomatik antara kedua negara.
“Indonesia berharap memperkuat koordinasi strategis di tengah situasi global yang semakin kompleks,” ujar Prabowo seperti dilansir dari Reuters.
Di hadapan para pejabat China, Prabowo juga menyampaikan sambutan hangat kepada investor China untuk meningkatkan kontribusinya di Indonesia, terutama di sektor-sektor prioritas yang tengah digalakkan oleh pemerintah. Dengan investasi lebih dari 10 miliar dolar yang akan ditandatangani, hubungan ekonomi kedua negara diperkirakan akan semakin menguat.
Prabowo juga menyoroti peran besar China sebagai mitra utama Indonesia dalam pembangunan infrastruktur dan teknologi. Kerja sama ini dinilai akan memberi dampak positif bagi kedua negara, terutama dalam upaya Indonesia meningkatkan daya saing di sektor teknologi dan industri.
“Kerja sama ini diharapkan bisa membawa manfaat yang saling menguntungkan,” kata Prabowo.
Dalam pidato yang disampaikan di Beijing, Prabowo menegaskan keinginan Indonesia untuk menjadi mitra strategis yang lebih erat dengan China, terutama dalam berbagai sektor yang akan membawa dampak ekonomi langsung bagi masyarakat. Ia berharap, kesepakatan-kesepakatan ini akan membawa pengaruh besar bagi perkembangan ekonomi dalam negeri.
Xi Jinping menyambut baik kesepakatan baru ini, terutama dalam meningkatkan konektivitas ekonomi antara kedua negara. Ia menegaskan bahwa kerja sama dengan Indonesia adalah bagian dari visi China dalam membangun komunitas internasional yang saling bergantung dan saling menguntungkan. “China ingin melihat Indonesia tumbuh dan berkembang sebagai mitra utama di Asia Tenggara,” ungkap Xi.
Dengan berlangsungnya kunjungan hingga 10 November, agenda Prabowo di China menunjukkan langkah konkret untuk menggalang dukungan dan kerja sama dalam menghadapi tantangan global. Kunjungan ini menegaskan komitmen kuat kedua negara untuk memperkuat hubungan strategis dan memperluas kerja sama di masa mendatang (RED).





























Discussion about this post