BEIJING, RADIANTVOICE.ID – Pada Forum Bisnis Indonesia-China yang diadakan di Beijing, Minggu (10/11), Indonesia dan China menandatangani serangkaian perjanjian investasi senilai $10 miliar. Kesepakatan ini mencakup sektor pangan, energi baru, teknologi, dan bioteknologi, demikian dilaporkan media pemerintah China.
Kesepakatan investasi ini berlangsung sehari setelah pertemuan antara Presiden China Xi Jinping dan Presiden Indonesia Prabowo Subianto pada Sabtu, menandai kunjungan perdana Prabowo ke luar negeri sejak dilantik bulan lalu. China adalah negara pertama yang dipilih Prabowo untuk dikunjungi sebagai presiden baru Indonesia, menegaskan komitmen Jakarta dalam memperkuat hubungan strategis dengan Beijing.
Dalam pernyataan bersama usai pertemuan, kedua negara menyepakati peningkatan kerja sama di bidang kendaraan energi baru, baterai lithium, panel surya, dan ekonomi digital. “Kami ingin memastikan kolaborasi dalam transisi energi global dan menjaga keamanan pasokan mineral serta rantai industri,” terang pernyataan tersebut.
Prabowo menekankan pentingnya kerja sama di era sekarang, dengan menekankan pendekatan damai. “Kami harus menjadi contoh bahwa kerja sama, bukan konfrontasi, adalah jalan menuju perdamaian dan kemakmuran,” ujar Prabowo sebagaimana dilansir dari Reuters. Prabowo juga menambahkan bahwa Indonesia siap mendukung investasi China.
Sebagai bagian dari kesepakatan tersebut, produsen material baterai asal China, GEM, juga menandatangani perjanjian dengan PT Vale Indonesia untuk membangun pabrik high-pressure acid leaching (HPAL) di Sulawesi Tengah. Prabowo turut menyaksikan penandatanganan perjanjian yang bertujuan mengamankan sumber daya nikel.
Industri nikel Indonesia, yang merupakan produsen terbesar di dunia, didominasi oleh perusahaan-perusahaan China seperti Tsingshan Holding Group dan Zhejiang Huayou Cobalt. “Kolaborasi ini akan memperkuat posisi strategis Indonesia dalam rantai pasokan nikel global,” tambahnya.
Di sektor teknologi, perusahaan teknologi Indonesia GoTo Gojek Tokopedia juga menandatangani kesepakatan dengan Tencent dan Alibaba untuk mengembangkan infrastruktur cloud dan meningkatkan bakat digital di Indonesia. Reuters melaporkan bahwa perjanjian ini bertujuan memperkuat ekosistem teknologi dalam negeri.
Dalam upaya mempererat hubungan, kedua negara juga memperkenalkan kebijakan visa baru, termasuk visa multi-kunjungan jangka panjang, serta meningkatkan jumlah penerbangan langsung sesuai permintaan pasar. “Langkah ini diharapkan memudahkan interaksi bisnis dan pariwisata antara kedua negara,” ungkap pernyataan bersama yang ditandatangani kedua negara ini.
Selain investasi besar di sektor energi dan teknologi, sejumlah kesepakatan lainnya juga dicapai selama kunjungan Prabowo. Salah satunya adalah ekspor kelapa segar dari Indonesia ke China, yang diharapkan akan memperkuat sektor pertanian Indonesia.
Kerja sama perumahan juga menjadi bagian dari agenda kunjungan tersebut. Perjanjian ini akan membantu Indonesia dalam pengembangan proyek perumahan berkelanjutan dengan mengadopsi teknologi ramah lingkungan yang telah dikembangkan di China.
Prabowo menyampaikan optimismenya terhadap peningkatan stabilitas regional yang bisa dicapai melalui hubungan erat dengan China. “Indonesia dan China bisa berperan penting dalam menciptakan stabilitas di Asia Tenggara,” ungkap Prabowo.
Di tengah tantangan geopolitik global, komitmen kedua negara untuk bekerja sama menjadi sinyal positif. China dan Indonesia diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam menjaga keamanan energi dan pangan di kawasan Asia.
Dari Beijing, Prabowo dijadwalkan menyelesaikan rangkaian kunjungannya pada 10 November, dengan harapan bahwa perjanjian ini akan membawa manfaat nyata bagi perekonomian kedua negara (RED).





























Discussion about this post