KUPANG, RADIANTVOICE.ID – Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, mendorong penambahan kuota beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah bagi mahasiswa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Hal tersebut disampaikan usai Komisi X DPR RI menerima berbagai aspirasi dari perguruan tinggi negeri dan swasta dalam pertemuan yang digelar di Universitas Nusa Cendana, Kupang, Rabu (22/4/2026).
Menurut Lalu Hadrian, pihaknya menerima banyak masukan terkait kebutuhan peningkatan akses beasiswa, baik KIP Kuliah maupun beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik), khususnya bagi mahasiswa di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
“Alhamdulillah hari ini kami banyak mendapat masukan, terutama terkait beasiswa KIP dan beasiswa afirmatif untuk mahasiswa di NTT,” ujarnya.
Ia menegaskan, Komisi X DPR RI akan mendorong pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi agar memberikan perhatian lebih besar terhadap daerah 3T, termasuk NTT.
“Maka kami berkomitmen untuk menambah jumlah penerima kuota KIP tahun 2026,” tegasnya.
Selain KIP, ia juga menilai beasiswa afirmasi perlu diperluas karena diperuntukkan bagi mahasiswa dari kawasan 3T agar memiliki akses pendidikan tinggi yang lebih merata.
Tak hanya soal beasiswa, Lalu Hadrian juga menyoroti persoalan sarana dan prasarana pendidikan tinggi yang masih menjadi kendala, khususnya bagi perguruan tinggi swasta.
Ia mendorong agar pengelolaan pembangunan sarana dan prasarana kampus dapat kembali ditangani langsung oleh kementerian terkait, sehingga perguruan tinggi lebih mudah mendapatkan dukungan fasilitas.
“Kami mendorong agar pengelolaan sarpras ini kembali ke kementerian agar perguruan tinggi, terutama swasta, bisa lebih mudah mendapatkan bantuan,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa wilayah Indonesia timur membutuhkan perhatian lebih serius agar kualitas pendidikan tinggi dapat berkembang secara merata.
Menurutnya, peningkatan akses beasiswa dan fasilitas pendidikan menjadi kunci untuk mendorong kemajuan sumber daya manusia di daerah tersebut (RED).




























Discussion about this post