PURWAKARTA, RADIANTVOICE.ID – Anggota Komisi VI DPR RI, Christiany Eugenia Paruntu, menyoroti ketimpangan pembangunan energi nasional yang dinilai masih terpusat di wilayah Jawa. Ia meminta pemerintah memberikan perhatian lebih besar terhadap pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) di Indonesia Timur.
Dalam Kunjungan Kerja Komisi VI DPR RI di Purwakarta, Jawa Barat, Rabu (15/4/2026), Christiany menegaskan bahwa pemerataan energi merupakan kebutuhan mendesak, terutama bagi daerah kepulauan yang masih mengalami keterbatasan listrik.
“Kami dari wakil Sulawesi Utara, dan mungkin Indonesia Timur mengusulkan beberapa hal yang mungkin bisa diperhatikan,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, rencana pembangunan pembangkit listrik 2025–2034 yang masih didominasi wilayah Jawa perlu dievaluasi agar tidak memperlebar kesenjangan energi antarwilayah.
Menurutnya, kawasan Indonesia Timur membutuhkan solusi cepat dan tepat, salah satunya melalui pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) yang lebih adaptif terhadap kondisi geografis.
“Saya ingin secepatnya mungkin digantikan dengan PLTS, karena jika ada bencana, itu tidak ada listrik sama sekali,” tegasnya.
Selain itu, Christiany juga menekankan pentingnya sinergi antara penyedia layanan energi dengan PLN Nusantara Power guna mempercepat realisasi proyek EBT di berbagai daerah.
“Karena kalau tidak ada kerja sama yang baik itu, ini tidak akan berhasil dan sukses,” tambahnya.
Meski mengkritisi ketimpangan, ia tetap menyatakan dukungan terhadap investasi EBT sebagai bagian dari transisi menuju energi bersih nasional.
Christiany berharap, ke depan kebijakan energi tidak hanya berfokus pada pusat pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjangkau wilayah-wilayah yang selama ini masih mengalami krisis listrik, sehingga tercipta keadilan energi bagi seluruh masyarakat Indonesia (RED).





























Discussion about this post