JAKARTA, RADIANTVOICE.ID – Kader muda Partai Golkar, Ari Sutrisno, memberikan pandangan terkait agenda Silaturahmi dan Roadshow AMPI ke tiga provinsi di Pulau Jawa: Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur. Rangkaian kegiatan yang berlangsung dari Sabtu hingga Rabu (2–6/8) ini diikuti para kader muda Golkar dan aktivis daerah.
Bagi Ari, roadshow ini bukan sekadar perjalanan fisik dari satu kota ke kota lain. Ia menyebutnya sebagai misi besar untuk menyegarkan semangat Partai Golkar, sekaligus membuka ruang dialog yang lebih luas dengan generasi muda.
“Roadshow ini menjemput para aktivis untuk lodging Golkar. Bagi saya, ini misi menyegarkan Golkar. Setiap kota yang kami datangi, saya merasakan langsung semangat dan harapan baru,” ujarnya di Jakarta, Jum’at (08/08).
Perjalanan dimulai di DPD Partai Golkar Semarang, Jawa Tengah, sebelum berlanjut ke Yogyakarta dan Jawa Timur. Sepanjang perjalanan, Ari dan rombongan bertemu dengan aktivis muda dari beragam profesi: mahasiswa, pelaku usaha rintisan, seniman, hingga pekerja kreatif.
Menurut Ari, mereka semua memiliki kesamaan visi: keinginan untuk berkontribusi dan membawa perubahan. “Beberapa sudah lama menunggu momen di mana partai besar menjemput dan membuka diskusi untuk kader muda di daerah,” katanya.
Ari menegaskan bahwa kunjungan ini tidak dimaksudkan untuk menggurui, melainkan mendengar. “Kami belajar tentang tantangan yang mereka hadapi, ide-ide segar yang mereka miliki, dan bagaimana Golkar bisa menjadi wadah untuk mewujudkan aspirasi itu,” ujarnya.
Salah satu momen paling berkesan bagi Ari adalah sambutan di DPD Golkar Jawa Tengah. Ketua DPD, M. Saleh, disebut sangat terbuka terhadap kehadiran kader muda.
“Beliau welcome pada kita semua, bahkan siap mendorong pengurus di daerah untuk menarik dan mengajak aktivis muda bergabung,” kata Ari.
Bagi Ari, keramahan dan dukungan itu menjadi bukti bahwa Golkar di daerah siap beradaptasi dan menerima perubahan. Ia melihat adanya kesadaran penting untuk menggabungkan pengalaman kader senior dengan inovasi dari kader muda.
Ari menekankan bahwa Golkar harus menjadi rumah besar yang inklusif, di mana setiap orang dari latar belakang apapun merasa diterima. Ia percaya energi, kreativitas, dan kepemimpinan generasi muda akan membuat Golkar tetap relevan di masa depan.
“Ini baru permulaan. Saya optimis, dengan terus bergerak bersama teman-teman kader muda, kita bisa membawa Golkar ke era keemasan baru,” tegasnya.
Menurutnya, masa depan Golkar—dan bangsa—berada di tangan generasi muda yang berani bertindak nyata. Ia mengkritisi tren aktivisme yang hanya ramai di media sosial namun minim aksi di lapangan.
“Golkar bukan sekadar pajangan di dinding, tapi gerakan yang mengakar kuat di hati rakyat, seperti pohon beringin yang kokoh. Masa depan Golkar ada di tangan mereka yang berani berpikir berbeda, berkarya nyata, dan tidak hanya like and share, tapi do and care,” pungkasnya (RED).





























Discussion about this post