LUMAJANG, RADIANTVOICE.ID – Founder Jendela Dunia Kita (JDK), Rustini Muhaimin, kembali memperluas kampanye “Ayo Membaca” dengan menyapa dan memotivasi ratusan anak di kawasan Ranupani, kaki Gunung Semeru, Jumat (1/5/2026).
Dalam suasana alam yang asri, Rustini menekankan pentingnya literasi sebagai fondasi masa depan generasi muda, khususnya di daerah dengan keterbatasan akses pendidikan.
“Literasi adalah jendela dunia. Dari membaca, kita bisa mengenal banyak hal, memahami kehidupan, dan bermimpi lebih besar,” ujarnya di hadapan para peserta.
Ia menjelaskan, literasi tidak hanya sebatas kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup pemahaman lingkungan, keberanian bermimpi, serta partisipasi aktif dalam kehidupan sosial. Kegiatan bertema “Literasi Inklusi Sosial sebagai Upaya Mencapai Kesejahteraan” ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses belajar yang menyenangkan bagi anak-anak di daerah.
Rustini juga mengaitkan literasi dengan kesadaran lingkungan. Menurutnya, memahami alam sekitar merupakan bagian penting dalam membentuk karakter anak yang peduli terhadap kelestarian.
“Ranupani bukan hanya indah, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai paru-paru Pulau Jawa. Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaganya,” tambahnya.
Ia meyakini, budaya literasi yang kuat akan mendorong anak-anak mengembangkan potensi lokal, termasuk sektor pariwisata, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.
“Kalian adalah harapan masa depan, bukan hanya untuk Ranupani, tetapi juga untuk Indonesia,” pesannya kepada anak-anak.
Sementara itu, Sekretaris Desa Ranupani, Aga, mengapresiasi kegiatan tersebut yang dinilai tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran lingkungan sejak dini.
“Kegiatan ini bukan hanya meningkatkan minat baca, tetapi juga menumbuhkan kecintaan terhadap lingkungan,” ujarnya.
Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya Ketua Bidang Kesehatan dan Lingkungan Hidup Dimas Pahlawanita Damayanti, Sekjen DPP Perempuan Bangsa Nur Nadlifah, serta anggota DPRD Jawa Timur dan DPRD Lumajang.
Gerakan ini diharapkan menjadi langkah berkelanjutan dalam membangun budaya literasi sekaligus memperkuat kesadaran lingkungan di kalangan generasi muda (RED).





























Discussion about this post