JAKARTA, RADIANTVOICE.ID – Pembina DPP Perempuan Bangsa, Rustini Muhaimin, memanfaatkan momentum Hari Kartini untuk menggelar kegiatan nonton bareng film Suamiku Lukaku sebagai ruang refleksi atas isu kekerasan terhadap perempuan.
Menurut Rustini, film tersebut menggambarkan realitas relasi pernikahan yang kerap tidak terlihat di permukaan, namun memiliki dampak mendalam bagi perempuan.
“Film Suamiku Lukaku memberi pengingat kita bahwa problem dalam relasi pernikahan itu tidak selalu terlihat, tapi dampaknya nyata dan mendalam,” ujarnya di Jakarta Selatan, Selasa (21/4/2026).
Ia menilai, kegiatan ini menjadi penting untuk membuka kesadaran publik bahwa kekerasan terhadap perempuan sering kali tersembunyi dan bahkan dinormalisasi dalam kehidupan sehari-hari.
Rustini menegaskan bahwa perjuangan perempuan saat ini tidak hanya sebatas akses pendidikan atau pekerjaan, tetapi juga keberanian untuk melawan dan bersuara atas berbagai bentuk ketidakadilan.
“Perjuangan perempuan hari ini bukan hanya soal akses pendidikan atau pekerjaan, tapi juga tentang keberanian untuk speak up atas setiap kekerasan dan kezaliman yang dialami,” tegasnya.
Lanjutkan Semangat Kartini
Lebih lanjut, Rustini mengaitkan pesan film tersebut dengan semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam memperjuangkan hak perempuan.
Ia mengajak masyarakat untuk tidak lagi menormalisasi kekerasan dalam bentuk apa pun, serta mendukung perempuan agar lebih berdaya dan berani mengambil keputusan dalam hidupnya.
“Kartini dulu memperjuangkan suara perempuan agar didengar. Hari ini, kita harus melanjutkan semangat itu dengan lebih peka dan berani,” katanya.
Kegiatan nobar ini juga diikuti oleh pengurus Harakah Majelis Taklim (HMT), termasuk Ketua Dewan Pembina Ida Fauziyah dan Ketua Umum PP HMT Nuryati Murtadho.
Rustini berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan untuk meningkatkan kesadaran publik bahwa cinta tidak boleh menjadi alasan untuk melukai, serta mendorong perempuan untuk terus berjuang dalam kehidupan sehari-hari (RED).





























Discussion about this post