BANDAR LAMPUNG, RADIANTVOICE.ID – Anggota Komisi VI DPR RI, Kawendra Lukistian, menegaskan pentingnya percepatan transformasi digital serta pemerataan layanan telekomunikasi oleh PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk hingga menjangkau wilayah pelosok Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan Kawendra usai mengikuti Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VI DPR RI di Bandar Lampung, Lampung, Sabtu (11/4/2026), dalam rangka menjalankan fungsi pengawasan terhadap kinerja mitra kerja, termasuk Telkom dan subholding-nya seperti Telkomsel.
“Kita mendalami bagaimana progres Telkom dengan perkembangan terbaru, apalagi dunia terus berkembang sangat cepat,” ujar Kawendra.
Dalam kunjungan tersebut, Komisi VI DPR RI menyoroti sejumlah aspek strategis, mulai dari kinerja perusahaan hingga arah transformasi bisnis yang tengah dijalankan. Kawendra menjelaskan bahwa Telkom saat ini berada dalam fase penataan ulang atau streamlining, sebagai bagian dari upaya meningkatkan efisiensi dan daya saing di tengah dinamika industri digital.
Menurutnya, sebagai grup BUMN besar dengan berbagai entitas usaha, langkah restrukturisasi menjadi hal yang penting, termasuk kemungkinan konsolidasi atau merger di dalam grup untuk memperkuat bisnis inti perusahaan.
“Kita melihat Telkom ini grup besar dengan banyak perusahaan. Saat ini sedang masuk ke era streamlining, itu juga menjadi perhatian dan pendalaman kami,” jelasnya.
Selain isu korporasi, Kawendra menekankan bahwa pemerataan akses digital harus menjadi prioritas utama. Ia mengungkapkan bahwa masih banyak wilayah, terutama di pedesaan dan daerah terluar, yang belum mendapatkan layanan konektivitas yang optimal.
Dalam pertemuan tersebut, pemerintah daerah juga menyampaikan kondisi riil di lapangan, yang menunjukkan masih adanya kesenjangan akses digital antarwilayah.
“Kehadiran kita di Lampung ini juga untuk mendengar langsung kondisi di daerah. Realitasnya, masih ada wilayah pedesaan dan daerah terluar yang membutuhkan percepatan konektivitas,” ungkapnya.
Ia menilai, di era saat ini, akses teknologi bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan telah menjadi kebutuhan dasar masyarakat. Konektivitas digital dinilai memiliki peran penting dalam membuka peluang ekonomi, memperluas akses informasi, serta meningkatkan kualitas pendidikan.
“Akses teknologi ini sudah menjadi kebutuhan. Bukan hanya untuk peluang ekonomi, tetapi juga untuk memastikan masyarakat, termasuk anak-anak di daerah, mendapatkan akses informasi dan pendidikan yang lebih baik,” tegasnya.
Komisi VI DPR RI, lanjut Kawendra, akan terus mendorong Telkom agar tidak hanya fokus pada transformasi bisnis, tetapi juga memastikan kehadiran layanan digital yang merata di seluruh Indonesia.
Dengan percepatan digitalisasi yang inklusif, diharapkan kesenjangan antarwilayah dapat diperkecil dan seluruh masyarakat dapat merasakan manfaat ekonomi digital secara merata (RED).




























Discussion about this post