JAKARTA, RADIANTVOICE.ID – Anggota Komisi VI DPR RI, Rivqy Abdul Halim, menekankan pentingnya transparansi dalam struktur biaya maskapai penerbangan menyusul kebijakan kenaikan harga tiket di tengah krisis avtur. Ia menilai keterbukaan data menjadi kunci agar kebijakan tersebut tidak menimbulkan ketidakadilan bagi masyarakat.
Rivqy mengingatkan bahwa publik berhak mengetahui dasar perhitungan kenaikan tarif, sehingga tidak muncul persepsi bahwa kebijakan hanya menguntungkan pelaku industri.
“Jangan sampai setiap ada tekanan biaya operasional, rakyat selalu jadi pihak pertama yang diminta memahami. Sementara transparansi struktur biaya dari maskapai dan kebijakan mitigasi dari pemerintah justru minim,” ujar Rivqy di Jakarta, Selasa (7/4/2026).
Ia menilai, kenaikan harga tiket pesawat harus memiliki dasar yang jelas, termasuk indikator, batas waktu, serta mekanisme evaluasi yang terukur agar tidak menjadi kebijakan yang berlangsung tanpa kontrol.
“Kalau kenaikan ini dianggap sebagai langkah darurat, maka harus jelas indikatornya, batas waktunya, dan mekanisme evaluasinya. Jangan dibiarkan menjadi kebijakan permanen yang merugikan publik,” tegasnya.
Lebih lanjut, Rivqy juga menyoroti perlunya pengawasan terhadap potensi penyimpangan di lapangan. Ia mengingatkan agar maskapai tidak memanfaatkan situasi krisis untuk menaikkan harga secara berlebihan tanpa justifikasi yang transparan.
Di sisi lain, ia meminta pemerintah bersikap konsisten dalam menjaga keseimbangan kebijakan, termasuk memastikan harga tiket kembali turun ketika kondisi biaya operasional telah membaik.
“Kita tidak boleh hanya gaduh saat harga naik, tapi diam ketika harga seharusnya turun. Kalau nanti harga avtur kembali normal, pemerintah juga harus tegas memastikan harga tiket ikut disesuaikan dengan kondisi keekonomian global,” katanya.
Menurutnya, keadilan dalam penentuan harga menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan publik terhadap pemerintah maupun industri penerbangan.
“Jangan sampai ada kesan: kalau naik cepat sekali disesuaikan, tapi kalau turun malah sunyi, seolah tidak ada kewajiban untuk menurunkan harga. Ini soal keadilan dan kepercayaan publik,” ucapnya.
Rivqy pun mendorong adanya dialog terbuka antara pemerintah, regulator, dan maskapai untuk merumuskan kebijakan jangka panjang yang tidak hanya menjaga stabilitas industri, tetapi juga memastikan aksesibilitas masyarakat terhadap layanan transportasi udara tetap terjaga.
“Industri harus sehat, tapi rakyat juga harus tetap bisa terbang tanpa merasa diperas keadaan,” pungkasnya (RED).





























Discussion about this post