JAKARTA, RADIANTVOICE.ID – Anggota Komisi VI DPR RI, Rivqy Abdul Halim, meminta pemerintah segera mengambil langkah strategis untuk mencegah kenaikan harga tiket pesawat di tengah lonjakan harga avtur global yang signifikan.
Menurut Rivqy, kenaikan harga avtur yang mencapai hingga 80 persen berpotensi langsung memicu kenaikan tarif penerbangan. Jika tidak diantisipasi, kondisi tersebut dinilai dapat menekan daya beli masyarakat serta menghambat pemulihan sektor pariwisata dan konektivitas antarwilayah.
“Kita tidak bisa membiarkan mekanisme pasar berjalan tanpa pengawasan dalam situasi ekstrem seperti ini. Pemerintah perlu hadir untuk memastikan kenaikan biaya tidak sepenuhnya dibebankan kepada masyarakat,” ujar Rivqy di Jakarta, Kamis (2/4/2026).
Ia menegaskan, meskipun kenaikan harga avtur merupakan dampak dari dinamika global yang sulit dihindari, pemerintah tetap memiliki ruang untuk mengendalikan dampaknya terhadap masyarakat.
“Dalam konteks global saat ini, kenaikan harga avtur memang tidak mudah dihindari. Tetapi bukan berarti kita tidak bisa mencegah dampaknya terhadap harga tiket. Pemerintah harus hadir karena mobilitas masyarakat Indonesia, dengan kondisi geografis kepulauan, sangat bergantung pada transportasi udara,” tegasnya.
Rivqy juga mengingatkan pemerintah agar belajar dari negara lain yang telah terdampak krisis avtur, seperti Vietnam, yang terpaksa memangkas jadwal penerbangan akibat lonjakan harga dan keterbatasan pasokan.
“Kita harus belajar dari negara lain. Krisis avtur sampai memaksa pengurangan penerbangan secara drastis adalah peringatan serius. Indonesia tidak boleh mengalami hal yang sama,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menilai kondisi ini harus menjadi momentum untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap struktur biaya penerbangan nasional, termasuk ketergantungan terhadap avtur impor.
Sebagai solusi jangka pendek, Rivqy mengusulkan pemerintah mempertimbangkan pemberian subsidi terbatas atau insentif fiskal bagi maskapai guna menahan lonjakan tarif tiket.
Selain itu, ia juga mendorong peningkatan kapasitas produksi avtur dalam negeri serta efisiensi distribusi untuk menekan biaya logistik.
“Kolaborasi antara maskapai BUMN dan swasta harus diperkuat agar industri penerbangan nasional lebih tangguh menghadapi krisis,” jelasnya.
Rivqy berharap pemerintah dapat bertindak cepat agar lonjakan harga avtur global tidak berdampak langsung pada masyarakat.
“Yang kita jaga bukan hanya industri penerbangan, tetapi juga aksesibilitas masyarakat terhadap transportasi yang terjangkau,” pungkasnya (RED).



























Discussion about this post