JAKARTA, RADIANTVOICE.ID – Anggota Komisi XII DPR RI Meitri Citra Wardani menekankan pentingnya penguatan diplomasi energi Indonesia di tengah eskalasi konflik Timur Tengah yang berpotensi mengganggu stabilitas pasokan minyak global.
Menurut Meitri, jalur distribusi energi internasional, khususnya di kawasan Selat Hormuz, menjadi titik krusial yang harus diantisipasi pemerintah melalui langkah diplomatik strategis.
“Iran menghargai negara-negara yang konsisten dalam sikap politik internasional. Posisi Indonesia dalam mendukung Palestina bisa menjadi leverage untuk membangun mutual trust, sehingga kepentingan energi Indonesia tetap terlindungi,” ujar Meitri dalam keterangan tertulis, Selasa (31/3/2025).
Ia mendorong pemerintah untuk memperkuat komunikasi dan lobi dengan Iran guna memastikan keamanan armada kapal energi Indonesia yang melintasi kawasan tersebut.
Selain itu, Meitri menilai hubungan geopolitik Indonesia dengan Iran dapat menjadi modal penting dalam menjaga kelancaran distribusi energi nasional di tengah ketidakpastian global.
Di sisi lain, ia juga mengingatkan bahwa potensi lonjakan harga minyak dunia akibat konflik dapat berdampak besar terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Jika harga minyak dunia melonjak hingga menembus US$ 200 per barel, maka beban subsidi energi bisa meningkat drastis dan mengancam ketahanan fiskal negara,” katanya.
Sebagai langkah antisipasi, Meitri turut mendorong kebijakan efisiensi energi di dalam negeri, termasuk opsi penerapan Work From Home (WFH) secara sektoral guna menekan konsumsi bahan bakar minyak.
“Penghematan konsumsi energi melalui kebijakan seperti WFH sektoral dapat menjadi bantalan fiskal yang efektif di tengah tekanan global,” ujarnya.
Ia menegaskan, kombinasi antara diplomasi energi yang kuat dan kebijakan efisiensi domestik menjadi kunci bagi Indonesia untuk menjaga stabilitas pasokan energi sekaligus melindungi keuangan negara.
“Kami mendorong pemerintah mengambil langkah strategis, baik melalui jalur diplomasi maupun kebijakan dalam negeri, agar dampak gejolak global bisa diminimalkan,” pungkas Meitri (RED).































Discussion about this post