JAKARTA, RADIANTVOICE.ID – Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PKB, Rina Saadah, menekankan pentingnya percepatan langkah mitigasi kekeringan guna menjaga ketahanan pangan nasional di tengah ancaman musim kemarau ekstrem tahun ini.
Menurut Rina, prediksi musim kemarau yang lebih panjang harus direspons dengan kebijakan konkret, khususnya dalam menjamin ketersediaan air untuk sektor pertanian.
“Langkah-langkah mitigasi harus dilakukan sejak sekarang. Jangan sampai ketika kemarau sudah berlangsung lama, pemerintah baru bergerak,” ujar Rina, Selasa (17/3/2026).
Ia mengingatkan bahwa sektor pertanian, terutama produksi padi, sangat rentan terhadap perubahan iklim dan ketersediaan air, sehingga diperlukan kesiapan infrastruktur yang memadai.
Peringatan ini sejalan dengan proyeksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyebut sebagian besar wilayah Indonesia akan mengalami kemarau lebih awal dan lebih kering dari biasanya.
Rina pun mendorong pemerintah untuk segera memperbaiki jaringan irigasi, mengoptimalkan embung dan waduk, serta menyediakan pompa air bagi petani di daerah rawan kekeringan.
“Kita tidak bisa menganggap sepele ancaman musim kemarau yang berpotensi memicu cuaca panas ekstrem dan kekeringan. Pemerintah harus menyiapkan langkah antisipasi secara terukur dan terencana agar petani tidak mengalami gagal panen,” katanya.
Selain itu, ia meminta Kementerian Pertanian bersama pemerintah daerah segera melakukan pemetaan wilayah rawan kekeringan agar penanganan bisa lebih tepat sasaran.
Menurut Rina, kesiapan sejak dini menjadi kunci untuk mencegah dampak serius terhadap produksi beras nasional.
“Antisipasi sejak dini sangat penting agar musim kemarau tidak berdampak besar terhadap ketahanan pangan nasional,” pungkasnya (RED).





























Discussion about this post