JAKARTA, RADIANTVOICE.ID – Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PKB Sudjatmiko mendesak pemerintah segera mengambil langkah cepat dan terkoordinasi untuk mengurai kemacetan panjang di jalur Denpasar menuju Gilimanuk, Bali, yang terjadi pada arus mudik tahun ini.
Kemacetan dilaporkan mengular hingga sekitar 45–50 kilometer menuju Pelabuhan Gilimanuk. Ribuan kendaraan terjebak antrean panjang sehingga para pemudik harus menunggu berjam-jam tanpa kepastian waktu penyeberangan.
“Kemacetan hingga puluhan kilometer ini menunjukkan perlunya langkah penanganan yang cepat, terkoordinasi, dan terukur. Negara harus hadir memastikan para pemudik bisa melakukan perjalanan dengan aman dan manusiawi,” ujar Sudjatmiko dalam keterangannya, Minggu (15/3/2026).
Menurut dia, situasi tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena menyangkut keselamatan dan kenyamanan masyarakat yang tengah melakukan perjalanan mudik.
Sudjatmiko meminta Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, Kepolisian Negara Republik Indonesia, PT ASDP Indonesia Ferry, serta pemerintah daerah segera memperkuat koordinasi untuk mengatasi kepadatan kendaraan di jalur tersebut.
Ia menilai rekayasa lalu lintas dan penguatan manajemen penyeberangan harus segera dilakukan agar antrean kendaraan menuju pelabuhan dapat segera terurai.
Menurutnya, koordinasi dengan operator penyeberangan menjadi kunci untuk meningkatkan kapasitas layanan di tengah lonjakan kendaraan pada masa mudik.
“Koordinasi dengan ASDP harus diperkuat. Jika memang diperlukan penambahan armada ferry untuk mempercepat proses penyeberangan, maka langkah itu harus segera dilakukan. Jangan menunggu antrean makin panjang dan masyarakat semakin lama terjebak di jalan,” kata politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut.
Selain itu, Sudjatmiko juga mendorong penerapan manajemen antrean yang lebih tertib dan transparan, termasuk pemanfaatan teknologi informasi untuk memantau kepadatan kendaraan secara real time.
Dengan sistem tersebut, masyarakat diharapkan dapat memperoleh informasi perjalanan yang lebih akurat sehingga dapat mengatur waktu keberangkatan secara lebih baik.
Ia menilai lonjakan kendaraan saat musim mudik sebenarnya dapat diprediksi sejak awal sehingga kesiapan armada, pengaturan jadwal penyeberangan, serta rekayasa arus kendaraan seharusnya dapat direncanakan secara maksimal.
“Lonjakan kendaraan saat mudik sebenarnya bisa diprediksi sejak awal. Karena itu kesiapan armada dan pengaturan jadwal penyeberangan harus dipastikan berjalan optimal,” ujarnya.
Sudjatmiko menegaskan pemerintah perlu melakukan evaluasi menyeluruh agar kemacetan ekstrem di jalur strategis seperti Denpasar–Gilimanuk tidak terus berulang setiap musim mudik.
“Kita ingin sistem transportasi yang lebih siap dan responsif. Pemerintah harus memastikan mudik berlangsung aman, lancar, dan manusiawi,” kata Sudjatmiko (RED).





























Discussion about this post