JAKARTA, RADIANTVOICE.ID – Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menegaskan bahwa langkah Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mengirimkan surat belasungkawa atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, Ali Khamenei, merupakan cerminan ideologi Pancasila dan konstitusi negara.
Ali Khamenei dilaporkan gugur dalam serangan militer pada 28 Februari 2026. Menanggapi hal tersebut, Hasto menyebut sikap Megawati didasarkan pada prinsip kemanusiaan dan politik luar negeri Indonesia.
“PDI Perjuangan berpikir, bersikap dan bertindak dengan menjalankan Ideologi Pancasila baik bagi rakyat Indonesia maupun dunia,” kata Hasto.
Ia menambahkan, nilai tersebut menjadi landasan dalam penyampaian surat duka cita oleh Megawati.
“Sikap itulah yang disampaikan Ibu Megawati Soekarnoputri ketika menyampaikan surat duka cita atas wafatnya Ayatullah Ali Khamenei,” ujarnya.
Landasan Konstitusi dan Politik Bebas Aktif
Menurut Hasto, langkah tersebut sejalan dengan amanat Pembukaan UUD 1945 yang menegaskan bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa dan penjajahan harus dihapuskan karena bertentangan dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.
“Pembukaan UUD 1945 menegaskan bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan,” tegasnya.
Ia menyebut prinsip tersebut menjadi fondasi politik luar negeri Indonesia yang menganut doktrin bebas aktif dalam menyikapi dinamika global (RED).










![Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, melambaikan tangan saat menghadiri sebuah pertemuan di Teheran, Iran, 20 Mei 2025. Sumber foto : Kantor Pemimpin Tertinggi Iran/WANA [West Asia News Agency]/REUTERS).](https://i0.wp.com/www.radiantvoice.id/wp-content/uploads/2025/06/whatsapp-image-2025-06-24-at-20.15.24.jpeg?resize=120%2C86&ssl=1)


















Discussion about this post