JAKARTA, RADIANTVOICE.ID – Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin, menyoroti serius potensi dampak serangan militer Israel ke Iran yang dinilai dapat memicu konsekuensi luas secara geopolitik maupun ekonomi global.
Menurut Hasanuddin, salah satu dampak krusial adalah terhambatnya upaya meredakan ketegangan di Gaza melalui mekanisme Board of Peace (BoP). Ia juga menilai keterlibatan Amerika Serikat dalam operasi tersebut mengindikasikan adanya kepentingan geopolitik besar.
“Kalau yang terjadi justru perluasan konflik dan serangan militer ke negara lain, maka publik dunia sulit meyakini adanya niat tulus untuk perdamaian,” kata Hasanuddin dalam keterangannya, Minggu (1/3/2026).
Ia secara tegas menyebut Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tidak menunjukkan komitmen nyata terhadap perdamaian Palestina. Menurutnya, eskalasi konflik yang meluas justru bertolak belakang dengan klaim misi damai.
Selain dampak geopolitik, Hasanuddin mengingatkan potensi gangguan serius terhadap stabilitas ekonomi global, khususnya sektor energi. Ia menyinggung insiden penutupan sementara Selat Hormuz oleh Iran dua pekan sebelumnya sebagai sinyal kerentanan pasokan minyak dunia.
Hasanuddin tidak menutup kemungkinan Iran kembali menutup Selat Hormuz atau kawasan tersebut menjadi zona konflik bersenjata. Jika itu terjadi, harga minyak dunia diperkirakan melonjak tajam.
“Kenaikan harga minyak dunia tentu akan berdampak serius bagi Indonesia yang masih mengimpor minyak untuk kebutuhan domestik. Ini bisa memicu inflasi dan ketidakstabilan ekonomi nasional,” ujarnya.
Desak Pemerintah Ambil Sikap
Melihat potensi dampak yang luas, TB Hasanuddin mendesak pemerintah Indonesia segera menentukan sikap tegas terhadap invasi Israel bersama Amerika Serikat ke Iran.
Menurutnya, sikap tersebut harus sejalan dengan amanat konstitusi yang menolak segala bentuk penjajahan dan mendukung perdamaian dunia yang adil dan abadi.
Ia juga mempertanyakan efektivitas diplomasi Indonesia dalam beberapa bulan terakhir. “Sudah saatnya diplomasi kita menunjukkan hasil nyata dan membuktikan posisi strategis Indonesia di kancah global,” tegasnya (RED).






























Discussion about this post