JAKARTA, RADIANTVOICE.ID – Anggota Komisi IV DPR RI, Hindun Anisah, mendesak pemerintah segera melakukan intervensi terhadap tingginya harga daging sapi di pasaran yang kian dikeluhkan para pedagang. Ia menilai kenaikan harga tersebut telah menekan daya beli masyarakat sekaligus menempatkan pedagang pada posisi sulit.
Menurut Hindun, keluhan pedagang daging sapi kini semakin meluas, terutama di wilayah Jabodetabek. Bahkan, muncul wacana mogok jualan secara massal sebagai bentuk protes, lantaran minat pasar terus menurun seiring harga daging yang semakin melambung.
“Saya minta pemerintah turun tangan dan menertibkan rumah potong hewan (RPH). Banyak pedagang mengeluhkan biaya operasional yang tinggi karena tarif RPH terlalu mahal, padahal harga sapi hidup relatif stabil,” ujar Hindun di Jakarta, Rabu (21/1/2026).
Ia menegaskan, tingginya biaya RPH menjadi salah satu faktor utama pendorong naiknya harga daging sapi di tingkat konsumen. Kondisi tersebut membuat margin keuntungan pedagang semakin tipis dan usaha menjadi tidak berkelanjutan.
“Kalau pedagang dipaksa menyembelih sapi sendiri, tentu itu tidak efisien dan justru memberatkan. Intervensi pemerintah penting agar biaya operasional tidak terlalu membebani pedagang,” tegasnya.
Selain persoalan RPH, politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu juga menyoroti harga sapi hidup dari feedloter yang dinilai terlalu tinggi. Menurutnya, dominasi feedloter besar dalam pasokan sapi potong membuat posisi tawar pedagang kecil sangat lemah.
“Harga sapi dari feedloter sudah tinggi sejak awal. Pedagang mengeluh karena harga beli tidak sebanding dengan daya serap pasar. Ini membuat rantai usaha dari hulu ke hilir tidak sehat,” jelasnya.
Hindun meminta pemerintah tidak hanya fokus pada pengendalian harga di tingkat hilir, tetapi juga berani mengevaluasi struktur harga dan distribusi sapi di tingkat feedloter agar tidak merugikan pedagang kecil.
“Kalau dari hulu sudah mahal, pedagang mau tidak mau menaikkan harga. Ujungnya masyarakat yang terbebani. Negara harus hadir mengawasi agar harga sapi dari feedloter lebih rasional,” katanya.
Ia mengingatkan, jika persoalan ini dibiarkan tanpa solusi konkret, dampaknya akan merugikan semua pihak. “Pedagang rugi, masyarakat apalagi. Pemerintah tidak boleh menunggu sampai mogok massal benar-benar terjadi,” tegas Hindun.
Sebelumnya, pedagang daging sapi se-Jabodetabek yang tergabung dalam Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI) berencana melakukan mogok jualan karena dialog dengan pihak terkait tak kunjung membuahkan hasil. Ketua Umum APDI DKI Jakarta, Wahyu Purnama, menyebut kondisi pasar saat ini sudah tidak sehat bagi pedagang kecil dan menengah, serta sangat berdampak pada masyarakat menengah ke bawah (RED)






















![Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, melambaikan tangan saat menghadiri sebuah pertemuan di Teheran, Iran, 20 Mei 2025. Sumber foto : Kantor Pemimpin Tertinggi Iran/WANA [West Asia News Agency]/REUTERS).](https://i0.wp.com/www.radiantvoice.id/wp-content/uploads/2025/06/whatsapp-image-2025-06-24-at-20.15.24.jpeg?resize=120%2C86&ssl=1)






Discussion about this post