Radiant Voice
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar Daerah
  • Internasional
  • Voicer
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
    • All
    • Buku
    • Film
    • Kuliner
    • Musik
    Prof. Jimly Asshiddiqie, bersama Ketua DKPP RI, Heddy Lugito, dalam peluncuran buku berjudul “Etika yang Melembaga” di Kantor Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI, Jakarta, Jumat (17 April 2026)

    Jimly Asshiddiqie Soroti Pembajakan Buku, Tantangan Penulis Indonesia

    Cover buku

    Membaca Ulang PKI: Sejarah yang Dihidupkan Kembali oleh Matthew Woolgar

    Maulana Sumarlin (Penulis)

    Merangkai Luka, Mematahkan Sunyi: Membaca Broken Strings karya Aurélie Moeremans

    Persib vs Persija

    Ketua AMPG DKI : Laga Persib vs Persija Sarat Gengsi

    Kolokium Buku

    Kolokium Buku KAHMI Kupas Bahaya Manipulasi Politik Modern

    I Can English

    Pentingnya Belajar Bahasa Inggris di Era Digital

    LMKN

    LMKN Luncurkan Sistem Digital INSPIRATION untuk Pembayaran Royalti Musik

    Buku Harian Anne Frank

    Keindahan Iman Pada Kemanusiaan Dalam Buku Harian Anne Frank

    Jan Geum dalam Jewel in the Palace

    Ketika Dapur Menjadi Medan Perjuangan: Kisah Jang Geum

  • Sosok
  • E-Paper
  • RV TV
  • Beranda
  • Kabar Daerah
  • Internasional
  • Voicer
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
    • All
    • Buku
    • Film
    • Kuliner
    • Musik
    Prof. Jimly Asshiddiqie, bersama Ketua DKPP RI, Heddy Lugito, dalam peluncuran buku berjudul “Etika yang Melembaga” di Kantor Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI, Jakarta, Jumat (17 April 2026)

    Jimly Asshiddiqie Soroti Pembajakan Buku, Tantangan Penulis Indonesia

    Cover buku

    Membaca Ulang PKI: Sejarah yang Dihidupkan Kembali oleh Matthew Woolgar

    Maulana Sumarlin (Penulis)

    Merangkai Luka, Mematahkan Sunyi: Membaca Broken Strings karya Aurélie Moeremans

    Persib vs Persija

    Ketua AMPG DKI : Laga Persib vs Persija Sarat Gengsi

    Kolokium Buku

    Kolokium Buku KAHMI Kupas Bahaya Manipulasi Politik Modern

    I Can English

    Pentingnya Belajar Bahasa Inggris di Era Digital

    LMKN

    LMKN Luncurkan Sistem Digital INSPIRATION untuk Pembayaran Royalti Musik

    Buku Harian Anne Frank

    Keindahan Iman Pada Kemanusiaan Dalam Buku Harian Anne Frank

    Jan Geum dalam Jewel in the Palace

    Ketika Dapur Menjadi Medan Perjuangan: Kisah Jang Geum

  • Sosok
  • E-Paper
  • RV TV
No Result
View All Result
Radiant Voice

Kilas Balik Negeri Liliput

12 Mei 2026 21:16
in Opini
Effra S. HuseinbyEffra S. Husein
A A
1000774233

1000774233

Oleh: Ardi Piliang

Negeri Liliput konon merupakan negeri yang besar dan kaya akan sumber daya alam melimpah. Negeri ini subur, makmur, gemah ripah loh jinawi, toto tentrem kerto raharjo, demikian bangsa seberang menggambarkannya. Namun, sayang seribu sayang, gambaran itu tidak sejalan dengan kenyataan hidup masyarakatnya. Bahkan, negeri ini pernah dicap sebagai bangsa kelas tiga, bangsa budak, dan sebutan-sebutan lain yang merendahkan.

Keadaan itu diperparah oleh kolonialisasi bangsa-bangsa asing yang menganeksasi Negeri Liliput dalam waktu yang sangat panjang. Akibatnya, terjadilah degradasi moral, pikiran, watak, dan jiwa sebagian besar masyarakatnya. Konon, jauh sebelum hadirnya peradaban modern, nenek moyang bangsa Liliput sesungguhnya adalah orang-orang cerdas, berwatak pejuang, pemberani, dan berjiwa satria, bermental baja. Mereka bukan bangsa pengecut, bukan pula pengkhianat, budak sahaya, atau sebutan lain yang berkonotasi buruk.

Menjadi jahat atau tidak bukan semata-mata persoalan biologis, melainkan juga persoalan perspektif dan konteks budaya sosial masyarakat. Dalam lingkup inilah barangkali kolonialisasi memengaruhi masyarakat Liliput. Bukan hanya tipologi masyarakatnya yang mengalami dehumanisasi, melainkan juga kultur, budaya, dan sejarahnya dikaburkan, bahkan dihilangkan, lalu diganti dengan narasi versi negara penjajah. Sebab, kemerdekaan Negeri Liliput sesungguhnya belum sepenuhnya merdeka 100 persen.
Tan Malaka dimasa silam menyerukan dalam buku Merdeka 100%.“Harus Aku katakan, bahwa kita belum merdeka, karna merdeka haruslah 100 persen!”. (adalah seruan revolusioner yang menuntut kedaulatan penuh, bebas dari penjajahan fisik, ekonomi, dan politik asing.

Pemikiran ini menekankan bahwa kemerdekaan sejati bukan sekadar proklamasi, melainkan kebebasan total dari kebodohan dan ketergantungan asing.
Kemerdekaan itu tidak murni direbut melalui perang, melainkan juga melalui diplomasi yang sejalan dengan politik etis yang dijalankan negara penjajah terhadap negeri jajahannya. Karena itu, hingga hari ini, nuansa kolonial masih terasa kuat. Warisan-warisan buruk yang ditinggalkan pun masih melekat dalam kehidupan masyarakat dan bangsa Liliput.

Pada masa kejayaannya, Negeri Bentala bagaikan seorang gadis cantik dengan tubuh indah yang mempesona. Ia memancarkan kehangatan dan kesejukan bagi siapa pun yang memandang, sekaligus menghadirkan hasrat untuk memilikinya. Begitulah kira-kira perumpamaan Negeri Liliput di mata bangsa lain pada masa lampau, hingga bangsa-bangsa asing datang silih berganti dari berbagai negeri jauh di belahan bumi.

Banyak di antara mereka datang bukan untuk bersahabat, melainkan untuk menaklukkan dan menguasai segala yang terkandung di perut bumi Negeri Liliput. Melalui kolonialisme dan imperialisme, mereka berupaya menguasai seluruh Negeri Bentala. Mereka inilah manusia-manusia serakah dan bengis yang kemudian disebut sebagai bangsa penjajah, dengan misi utama 3G: Gold, Glory, dan Gospel, yakni kekayaan, kejayaan, dan penyebaran agama. Dalam catatan sejarah, ada lima bangsa Eropa yang menjalankan misi itu di Negeri Lileput, yaitu Portugis, Spanyol, Inggris, Prancis, dan Belanda.

Negeri yang dulu bernama Bentala itu, yang pernah mengalami masa emas kejayaannya, lambat laun punah. Peradaban dan kejayaan masa lalu kini tinggal menjadi cerita, bahkan seperti dongeng sebelum tidur. Semuanya tergerus oleh ombak peradaban baru yang dibentuk oleh bangsa penjajah, hingga negeri itu berubah menjadi bangsa kecil yang cenderung stagnan dalam hal kemajuan peradaban, kemakmuran, dan kesejahteraan.

Bukan hanya kecil dalam laju perkembangan peradabannya, melainkan juga sempit dalam cara berpikir para pemangku kepentingannya. Arah pikir mereka kian ke mari, tak lebih dari sebatas urusan perut bila diukur dari jauhnya dari jangkauan isi kepala masyarakat kebanyakan.

“Hari ini aku masih melihat kemerdekaan hanyalah milik kaum elit, yang mendadak bahagia menjadi borjuis, suka-cita menjadi abtenaar.” (Tan Malaka)

Hal itu merupakan sisa-sisa nyata warisan kolonial yang masih terasa hingga hari ini. Mental budak, kerakusan, dan sikap lupa daratan seolah terus hidup. Mereka yang semula rakyat jelata, ketika memegang jabatan, berubah bak raja dan melupakan tujuan utama perjuangan. Akhirnya, perjuangan hanya tinggal jargon-jargon untuk memasarkan diri kepada khalayak demi menambah nilai jual.

Potret Kini Negeri Liliput

Kini, hampir semua hal telah bertransformasi ke ranah digital dalam kehidupan masyarakat dunia. Ini sekaligus menjadi penanda bahwa peradaban modern berkembang pesat. Negara-negara di dunia pun berlomba-lomba menjadikan dirinya maju dan digdaya.

Namun, keadaan Negeri Liliput berbeda. Saat negara dan bangsa lain berpikir untuk menjadi negara hebat dan berdaulat, menunjukkan pertumbuhan dan perkembangan yang pesat, Negeri Liliput justru masih sibuk mengurus perkara remeh-temeh. Cara berpikirnya masih lokal, belum mendunia. Saling sikut, ribut berebut mengais isi negeri, korupsi, kolusi, manipulasi, dan hal-hal receh masih menjadi pembahasan sehari-hari. Kebijakan, Keadilan dan hukum pun masih terasa dikangkangi dan dikuasi oleh oligarki dan kapitalis.
Jika masyarakat Liliput sadar, cerdas, dan jujur melihat kondisi ini dari perspektif kebangsaan, sesungguhnya situasinya tidak jauh berbeda dengan puluhan atau ratusan tahun lalu, ketika kolonialisme dan kapitalisme mencengkeram negeri. Yang membedakan hanya bentuk, warna, dan polanya saja. (*)

Previous Post

Nobar Persija vs Persib di Pejagalan Aman dan Tertib, Radian Azhar Apresiasi Sinergi Aparat TNI – POLRI

Next Post

MK Tegaskan Jakarta Masih Jadi Ibu Kota Negara hingga Keppres Terbit

Related Posts

Foto Doc 1

MK Tegaskan Jakarta Masih Jadi Ibu Kota Negara hingga Keppres Terbit

13 Mei 2026 14:20:24
Photo Doc

Nobar Persija vs Persib di Pejagalan Aman dan Tertib, Radian Azhar Apresiasi Sinergi Aparat TNI – POLRI

12 Mei 2026 17:01:54
Kominfo Wamena

Transformasi Besar di Papua! Jayawijaya Community Gateway Resmi Diluncurkan

11 Mei 2026 21:06:34
Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani

Lalu Hadrian: Hapus Kastanisasi Guru, Semua Pendidik Harus Berstatus PNS

11 Mei 2026 09:06:06

Discussion about this post

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Cover buku

Membaca Ulang PKI: Sejarah yang Dihidupkan Kembali oleh Matthew Woolgar

18 Januari 2026 18:18:12
Fajar Zulkarnain, berbaju putih, saat Kongres XXIV HMI yang digelar di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta pada 2003.

Jejak Koalisi, Saksi Hidup Bahlil, dan Pertarungan di Kongres HMI Pondok Gede

19 September 2025 13:18:23
Logo HMI dan GMNI

Ketika Tokoh HMI dan GMNI Menyatu di Pelaminan

19 November 2024 10:47:16
Sekjen Partai Golkar, M.Sarmuji, saat memberikan testimoni pada peringatan malam ke-7 meninggalnya politisi Partai Golkar yang juga mantan Ketua Umum PB HMI 2002-2004, Kholis Malik di Jakarta pada Minggu (24/11/2024).

M.Sarmuji: Kholis Malik Tidak Pernah Cemburu pada Junior

25 November 2024 16:15:16
Sah! TAP MPRS No.XXXIII/MPRS/1967 Dicabut

Sah! TAP MPRS No.XXXIII/MPRS/1967 Dicabut

Putri Wales Catherine Selesaikan Perawatan Kemoterapi

Putri Wales Catherine Selesaikan Perawatan Kemoterapi

Ini Tanggapan JK atas Gerakan Anak Abah Tusuk 3 Paslon

Ini Tanggapan JK atas Gerakan Anak Abah Tusuk 3 Paslon

Ketua DPC Gerindra Surabaya Sebut Bumbung Kosong Itu Bagian dari Proses Demokrasi

Ketua DPC Gerindra Surabaya Sebut Bumbung Kosong Itu Bagian dari Proses Demokrasi

Foto Doc 1

MK Tegaskan Jakarta Masih Jadi Ibu Kota Negara hingga Keppres Terbit

13 Mei 2026 14:20:24
1000774233

Kilas Balik Negeri Liliput

12 Mei 2026 21:16:46
Photo Doc

Nobar Persija vs Persib di Pejagalan Aman dan Tertib, Radian Azhar Apresiasi Sinergi Aparat TNI – POLRI

12 Mei 2026 17:01:54
Kominfo Wamena

Transformasi Besar di Papua! Jayawijaya Community Gateway Resmi Diluncurkan

11 Mei 2026 21:06:34

Recent News

Foto Doc 1

MK Tegaskan Jakarta Masih Jadi Ibu Kota Negara hingga Keppres Terbit

13 Mei 2026 14:20:24
1000774233

Kilas Balik Negeri Liliput

12 Mei 2026 21:16:46
Photo Doc

Nobar Persija vs Persib di Pejagalan Aman dan Tertib, Radian Azhar Apresiasi Sinergi Aparat TNI – POLRI

12 Mei 2026 17:01:54
Kominfo Wamena

Transformasi Besar di Papua! Jayawijaya Community Gateway Resmi Diluncurkan

11 Mei 2026 21:06:34

IKLAN

Seedbacklink

Next Post
Foto Doc 1

MK Tegaskan Jakarta Masih Jadi Ibu Kota Negara hingga Keppres Terbit

Radiant Voice

Sebuah platform media yang kami dedikasikan untuk menghadirkan informasi yang tidak hanya informatif tetapi juga mencerahkan.

Follow Us

Browse by Category

  • Advertorial
  • Buku
  • Ekonomi
  • Film
  • Gaya Hidup
  • Hukum
  • Internasional
  • Kabar Daerah
  • Kuliner
  • Musik
  • Nasional
  • Opini
  • Politik
  • Sosok
  • Voicer

Recent News

Foto Doc 1

MK Tegaskan Jakarta Masih Jadi Ibu Kota Negara hingga Keppres Terbit

13 Mei 2026 14:20:24
1000774233

Kilas Balik Negeri Liliput

12 Mei 2026 21:16:46
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Iklan

© 2024 Radiant Voice Dikembangkan Oleh Tim IT Radiant Voice

The best sites to buy Instagram followers in 2024 are easily Smmsav.com and Followersav.com. Betcasinoscript.com is Best sites Buy certified Online Casino Script. buy instagram followers buy instagram followers Online Casino

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar Daerah
  • Internasional
  • Voicer
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Sosok
  • E-Paper
  • RV TV

© 2024 Radiant Voice Dikembangkan Oleh Tim IT Radiant Voice