JAKARTA, RADIANTVOICE.ID – Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PKB, Neng Eem Marhamah, mendesak Kementerian Kesehatan untuk melakukan evaluasi total terhadap sistem dan beban kerja dokter internship di Indonesia.
Desakan ini muncul menyusul wafatnya dr. Myta Aprillia Azmy, peserta program magang yang dilaporkan bekerja selama tiga bulan tanpa libur di RS KH Daud Arif.
Neng Eem menilai laporan terkait beban kerja tidak manusiawi yang dialami almarhumah menjadi alarm keras bagi tata kelola perlindungan tenaga medis.
“Kami menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya dokter Myta. Kasus ini tidak boleh hanya berhenti pada ucapan belasungkawa. Harus ada investigasi menyeluruh karena ada dugaan eksploitasi kerja yang sangat serius,” ujar Neng Eem, Senin (4/5/2026).
Ia mengungkapkan, almarhumah diduga tetap diminta menjalankan tugas jaga malam meski dalam kondisi sakit berat, termasuk mengalami sesak napas dan demam tinggi.
Neng Eem mendukung langkah Kemenkes yang telah mengirimkan tim investigasi terpadu, namun menekankan agar pemeriksaan tidak hanya fokus pada aspek medis, melainkan juga pada tata kelola program internship dan sistem pendampingan peserta di lapangan.
Menurutnya, jika ditemukan pelanggaran atau kelalaian, pemerintah perlu mengambil langkah tegas, termasuk pembekuan sementara program internship di fasilitas kesehatan terkait.
“Keamanan dan kesehatan dokter muda harus menjadi prioritas utama. Jangan sampai program magang justru menjadi ajang setor nyawa akibat pengabaian kondisi kesehatan peserta,” tegasnya.
Legislator asal Jawa Barat ini juga mendorong agar kasus tersebut dijadikan momentum evaluasi nasional terhadap program internship di seluruh Indonesia. Ia menilai perlu adanya skrining kesehatan sebelum penempatan serta monitoring berkala terhadap peserta.
Selain itu, Neng Eem meminta transparansi hasil audit, termasuk rekam medis dan keterangan rekan sejawat, agar tidak menimbulkan spekulasi di masyarakat.
“Kita butuh sistem tenaga kesehatan yang manusiawi. Jika seorang dokter yang bertugas menjaga nyawa orang lain justru tidak terjaga nyawanya sendiri karena sistem kerja yang eksploitatif, maka ada yang salah dengan manajemen kesehatan kita,” pungkasnya (RED).





























Discussion about this post