JAKARTA, RADIANTVOICE.ID – Ketua DPP Partai Golkar, Yahya Zaini, mendorong pentingnya regenerasi kepemimpinan partai politik melalui pembatasan masa jabatan ketua umum.
Menurut Yahya, pembatasan jabatan maksimal dua periode menjadi instrumen penting untuk memastikan sirkulasi kepemimpinan berjalan sehat dan tidak terpusat pada satu figur.
“Jadi saya setuju jika masa jabatan ketua umum parpol dibatasi hanya dua periode. Dan bagi Golkar hal itu sudah biasa,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).
Ia menegaskan, pengalaman Partai Golkar menunjukkan bahwa pembatasan tersebut justru memperkuat organisasi karena memberi ruang bagi kader-kader baru untuk tampil.
Lebih lanjut, Yahya menilai tanpa pembatasan, partai berpotensi mengalami stagnasi kepemimpinan yang dapat menghambat proses kaderisasi.
“Pembatasan ini penting agar regenerasi berjalan dan partai tidak bergantung pada figur tertentu,” katanya.
Ia juga menyoroti tantangan politik ke depan, terutama menghadapi dominasi pemilih muda pada Pemilu 2029. Menurutnya, regenerasi kepemimpinan menjadi kunci agar partai tetap relevan dengan aspirasi generasi baru.
Meski demikian, Yahya menekankan bahwa implementasi kebijakan tersebut tetap harus melalui kesepakatan bersama antarpartai dalam pembahasan revisi Undang-Undang Partai Politik.
“Pada akhirnya, semua bergantung pada kesepakatan politik dalam proses legislasi,” pungkasnya (RED).

























Discussion about this post