JAKARTA, RADIANTVOICE.ID – Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Chusnunia, menilai kehadiran investasi Apple di Indonesia membawa dampak positif terhadap pembukaan lapangan kerja dan peningkatan daya saing industri teknologi nasional.
Hal tersebut disampaikan menyusul dimulainya produksi perangkat AirTag di Batam serta komponen AirPods Max di Bandung.
Menurut Chusnunia, keberadaan fasilitas produksi di Batam, khususnya di Kawasan Industri Tunas Industrial Prima (TIP), menjadi tonggak penting yang berpotensi menyerap ribuan tenaga kerja lokal. Bahkan, ia menyebut produk AirTag yang diproduksi di Indonesia telah mulai diekspor ke Amerika Serikat.
“Kehadiran Apple di Indonesia bukan hanya simbol investasi besar, tetapi juga bagian dari strategi memperkuat daya saing industri teknologi serta membuka lapangan kerja bagi masyarakat,” ujarnya.
Selain sektor manufaktur, Apple juga memperkuat pengembangan sumber daya manusia melalui Apple Developer Institute yang telah dibuka di sejumlah kota, seperti Surabaya, Batam, Tangerang, serta dua lokasi di Jakarta.
Chusnunia menjelaskan bahwa investasi tersebut merupakan bagian dari pemenuhan regulasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), di mana Apple memilih skema pengembangan inovasi. Skema ini memungkinkan perusahaan berkontribusi melalui pengembangan talenta dan inovasi tanpa harus membangun pabrik utama seperti produksi iPhone di dalam negeri.
Meski memberikan dampak positif, ia tetap mendorong agar Apple terus meningkatkan investasinya di Indonesia agar manfaat ekonomi yang dirasakan semakin luas.
“Kita berharap ke depan investasi ini terus berkembang dan diikuti oleh perusahaan global lainnya,” pungkasnya.





























Discussion about this post