BANGKALAN, RADIANTVOICE.ID – Forum Staf Anggota Fraksi Partai Golkar DPR RI (FOSTA FPG DPR RI) terus mendorong optimalisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menjadikan pesantren sebagai pusat pemberdayaan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Ketua FOSTA FPG DPR RI, Nur Wahyu Satrio, dalam kegiatan sosialisasi MBG di Pondok Pesantren Nurul Islam Qolbun Salim, Blega, Kabupaten Bangkalan. Kegiatan tersebut dihadiri Anggota DPR RI Eric Hermawan, jajaran KPPG Surabaya, tokoh masyarakat, serta ratusan peserta.
Menurut Satrio, pesantren memiliki potensi besar untuk menjadi simpul utama pelaksanaan program MBG, tidak hanya dalam pemenuhan gizi, tetapi juga dalam penguatan ekonomi masyarakat sekitar.
“Basis pendidikan pesantren memiliki peran strategis dalam mendukung keberhasilan program MBG, sekaligus menjadi pusat pemberdayaan masyarakat,” ujar Satrio.
Ia menjelaskan, keberadaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di lingkungan pesantren dapat menjadi model pengembangan program yang terintegrasi. Selain melayani kebutuhan konsumsi santri, SPPG juga dapat menciptakan peluang kerja dan meningkatkan aktivitas ekonomi lokal.
Satrio menilai, wilayah Madura dengan basis pesantren yang kuat sangat potensial untuk pengembangan program MBG berbasis komunitas. Oleh karena itu, kolaborasi antara Badan Gizi Nasional (BGN) dan berbagai pihak perlu terus diperkuat.
Selain fokus pada implementasi, FOSTA juga membuka ruang partisipasi publik untuk memberikan masukan terhadap program MBG. Menurutnya, evaluasi berbasis masukan masyarakat menjadi kunci agar program dapat berjalan lebih efektif.
“Setiap kekurangan diharapkan dapat disampaikan bersama solusi, demi penyempurnaan program dan masa depan generasi bangsa yang lebih sehat dan berkualitas,” pungkasnya (RED).




























Discussion about this post