JOMBANG, RADIANTVOICE.ID – Ketua Forum Staf Anggota Fraksi Partai Golkar DPR RI (FOSTA FPG DPR RI), Nur Wahyu Satrio Wibowo, menegaskan bahwa pesantren memiliki peran strategis sebagai basis nilai moral dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Hal tersebut disampaikannya saat kegiatan ziarah ke Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, yang menjadi bagian dari rangkaian kunjungan FOSTA FPG DPR RI ke sejumlah makam Wali Songo dan kiai sepuh.
Menurut Satrio, tradisi ziarah ke tokoh-tokoh Nahdlatul Ulama (NU) tidak hanya memiliki nilai spiritual, tetapi juga memperkuat kesadaran akan pentingnya menjaga nilai kebangsaan.
“Ziarah ke sesepuh pendiri dan tokoh NU menunjukkan bahwa pesantren adalah basis organik nilai moral bagi bangsa, dan itu semua dapat kita temukan di Tebuireng,” ujar Satrio.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut menjadi momentum refleksi pasca-Ramadhan untuk memperkuat integritas dan karakter, terutama bagi generasi muda.
“Pasca Ramadhan, kita perlu mempertahankan nilai kesucian spiritual melalui refleksi dan keteladanan para ulama,” lanjutnya.
Dalam kesempatan itu, Satrio juga mengajak generasi muda untuk meneladani tokoh-tokoh besar bangsa seperti K.H. M. Hasyim Asy’ari, K.H. A. Wahid Hasyim, dan K.H. Abdurrahman Wahid dalam membangun kontribusi nyata bagi Indonesia.
“Mbah Hasyim, Mbah Wahid, dan Mbah Gus Dur adalah teladan bagi generasi muda untuk terus berkontribusi bagi bangsa dan negara,” tegasnya.
Kegiatan ini diikuti puluhan peserta dan menjadi bagian dari upaya FOSTA FPG DPR RI dalam memperkuat nilai spiritual sekaligus membangun kesadaran kebangsaan berbasis tradisi pesantren (RED).



























Discussion about this post