JAKARTA, RADIANTVOICE.ID – Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI, Firman Soebagyo, menyoroti kondisi kesejahteraan guru di Indonesia yang dinilai masih jauh dari kata layak. Ia menegaskan, persoalan pendidikan nasional tidak hanya berkutat pada kebijakan teknis, tetapi juga menyangkut komitmen negara dalam menjalankan amanat konstitusi.
Firman menyampaikan, implementasi pendidikan gratis yang baru berjalan dalam beberapa tahun terakhir menjadi indikasi lambannya respons negara terhadap pemenuhan hak dasar masyarakat di bidang pendidikan.
“Ini bukan soal program, ini soal komitmen. Lalu di mana letak keseriusan negara?” ujar Firman dalam keterangan tertulis, Jumat (27/3/2026).
Ia juga menyoroti kondisi para guru, khususnya yang berstatus non-ASN dan honorer, yang masih menghadapi berbagai keterbatasan. Mulai dari gaji rendah hingga ketidakpastian pembayaran, menurutnya menjadi persoalan yang terus berulang.
“Masih ada guru digaji Rp300 ribu, dibayar tiga bulan sekali. Ini bukan sekadar masalah teknis, ini kegagalan negara melindungi profesi guru yang sangat strategis,” tegas politisi Partai Golkar tersebut.
Selain itu, Firman menilai arah kebijakan pendidikan nasional masih belum konsisten. Ia mengkritik perubahan kebijakan yang kerap terjadi seiring pergantian pemerintahan, sehingga dinilai belum memiliki peta jalan yang berkelanjutan.
“Setiap ganti pemerintahan, ganti sistem. Ini bukan reformasi, ini kebingungan yang dilegalkan,” katanya.
Sebagai solusi, Firman mendorong pembentukan Undang-Undang Perlindungan Guru yang bersifat khusus (lex specialis) serta pembentukan Badan Guru Nasional. Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat sistem pendidikan sekaligus memberikan kepastian perlindungan bagi tenaga pendidik.
“Kalau negara serius, keberpihakan itu harus konkret, bukan retorika. Guru bukan beban anggaran, tapi investasi masa depan,” ujarnya.
Firman menegaskan, tanpa langkah konkret dan terukur, target pembangunan pendidikan jangka panjang, termasuk menuju visi Indonesia Emas 2045, berisiko tidak tercapai secara optimal (RED).






























Discussion about this post