JAKARTA, RADIANTVOICE.ID – Anggota Komisi IX DPR RI, Heru Tjahjono, menegaskan bahwa perlindungan pekerja migran Indonesia di negara-negara terdampak konflik Timur Tengah harus menjadi prioritas nasional pemerintah.
Eskalasi ketegangan yang melibatkan Iran dan Amerika Serikat turut berdampak pada kawasan Teluk seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Kuwait, Bahrain, hingga Irak. Negara-negara tersebut merupakan tujuan utama pekerja migran Indonesia.
Berdasarkan data resmi Januari 2026 dari KP2MI, tercatat 8.308 pekerja migran Indonesia berada di Arab Saudi, 1.439 orang di Uni Emirat Arab, serta 763 orang di Kuwait. Mayoritas bekerja sebagai asisten rumah tangga, perawat lansia, dan buruh sektor informal.
“Angka ini bukan kecil. Ribuan pekerja migran kita berada di kawasan yang saat ini mengalami eskalasi konflik. Negara wajib memastikan keselamatan mereka, sebagaimana amanat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, khususnya Pasal 6 yang menjamin keamanan dan keselamatan selama bekerja,” ujar Heru di Jakarta.
Desak Mitigasi dan Hotline Darurat
Heru menekankan pentingnya langkah cepat dan terukur, termasuk mitigasi ulang terhadap pekerja migran yang berpotensi terdampak langsung. Ia meminta Perwakilan RI melalui KBRI dan KJRI di negara-negara penempatan segera melakukan pendataan ulang serta pemantauan kondisi lapangan.
Selain itu, ia mendorong pembentukan hotline atau pusat informasi khusus bagi pekerja migran Indonesia guna memastikan jalur komunikasi darurat dapat diakses dengan mudah.
“Layanan ini penting agar kondisi, keselamatan, serta kebutuhan para pekerja migran dapat terpantau dan terbarui secara berkala,” tegasnya.
Koordinasi Intensif dan Kepastian bagi Keluarga
Menutup pernyataannya, Heru meminta Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia berkoordinasi intensif dengan Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) untuk memastikan kondisi para pekerja tetap aman dan terpantau.
Ia menegaskan bahwa kepastian informasi bagi keluarga di tanah air juga menjadi bagian penting dari perlindungan menyeluruh.
“Negara harus hadir secara konkret, memastikan pekerja migran kita terlindungi dan keluarga mereka mendapatkan kepastian di tengah situasi global yang tidak menentu,” pungkasnya (RED).





























Discussion about this post