LEBAK, RADIANVOICE.ID – Anggota Komisi X DPR RI, Adde Rosi Khoerunnisa, menggelar sosialisasi bertajuk Optimalisasi Peran Keluarga dan Masyarakat dalam Upaya Intervensi Pencegahan Stunting di Warunggunung, Kabupaten Lebak, Senin (2/3/2026). Kegiatan ini terlaksana melalui kolaborasi strategis dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Dalam sambutannya, Adde Rosi menegaskan bahwa penanganan stunting tidak cukup hanya melalui intervensi medis sesaat, melainkan harus berbasis data riset dan penguatan ketahanan keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat.
“Data menunjukkan adanya kenaikan angka stunting di Lebak sebesar 6,02 persen dalam waktu singkat di awal tahun 2026 ini. Dengan dukungan riset dari BRIN, kita ingin memastikan edukasi kepada ibu hamil mengenai asupan protein, asam folat, dan karbohidrat benar-benar diterapkan secara disiplin,” ujar Adde Rosi.
Kolaborasi Riset dan Intervensi Desa
Kerja sama dengan BRIN diharapkan memberikan pemahaman saintifik sekaligus praktis kepada masyarakat, khususnya dalam membedakan stunting dan gizi buruk. Adde Rosi menekankan pentingnya intervensi yang tepat sasaran hingga tingkat desa.
Kegiatan tersebut menghadirkan kader Posyandu, kader PKK, serta para kepala desa sebagai ujung tombak pelaksanaan program di lapangan. Ia mengingatkan bahwa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) merupakan periode emas yang tidak boleh terabaikan.
“Stunting bukan hanya urusan pemerintah kabupaten, tapi urusan kita semua. Ini investasi negara agar anak-anak kita tumbuh pintar, berbudi, dan sehat 15 tahun ke depan,” tambahnya.
Selain gizi, sosialisasi juga menyoroti pentingnya kesehatan mental orang tua. Adde Rosi menjelaskan bahwa gangguan seperti baby blues dapat menghambat pemberian asupan gizi optimal pada anak.
Ia mengusulkan agar program pemberian makanan bergizi dilakukan secara kontinu, minimal tiga bulan berturut-turut, bukan sekadar program seremonial.
“Intervensi di desa harus dipantau setiap hari, mulai dari apa yang dimakan anak hingga kebersihan lingkungannya. Ini membutuhkan perhatian anggaran yang fokus dan berkelanjutan,” pungkasnya (RED).



























Discussion about this post