JAKARTA, RADIANTVOICE.ID – Dewan Pengurus Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) secara tegas mengutuk tindakan Amerika Serikat bersama Israel terhadap Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. PKB menilai serangan tersebut sebagai pembunuhan politik yang tidak dapat dibenarkan.
Ketua DPP PKB Bidang Kerja Sama Luar Negeri, Luluk Nur Hamidah, menyatakan tindakan militer itu melanggar hukum internasional dan norma kemanusiaan.
“Serangan ini merupakan pembunuhan politik terhadap pemimpin negara berdaulat. Ini pelanggaran serius terhadap hukum internasional,” ujar Luluk dalam pernyataan resmi di Jakarta, Minggu (1/3/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul konfirmasi pemerintah Iran atas tewasnya Ali Khamenei pada 1 Maret 2026, setelah serangan roket yang menghantam Teheran, termasuk area dekat kediamannya, pada 28 Februari 2026.
PKB menegaskan, jika praktik serangan terhadap pemimpin negara berdaulat dibiarkan tanpa sanksi tegas, maka tatanan dunia akan bergerak menuju sistem yang ditentukan kekuatan militer, bukan hukum.
“Hari ini Iran menjadi target, besok bisa negara mana pun. Tidak ada lagi jaminan keamanan bagi bangsa mana pun di dunia,” tegas Luluk.
PKB juga menilai tindakan tersebut terjadi karena lemahnya penegakan hukum internasional terhadap berbagai pelanggaran sebelumnya, termasuk konflik berkepanjangan antara Israel dan Palestina.
Seruan Penyelidikan dan De-eskalasi
PKB mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan komunitas internasional melakukan penyelidikan independen dan transparan atas serangan tersebut. Partai ini juga meminta agar sanksi dijatuhkan tanpa standar ganda terhadap setiap pelanggaran hukum internasional.
Selain itu, PKB mendorong upaya de-eskalasi dan pembukaan jalur diplomasi guna mencegah konflik semakin meluas di kawasan Timur Tengah.
“Ketidakadilan global hari ini adalah ancaman bagi perdamaian dunia esok. Jika dunia terus diam, yang tumbuh bukan stabilitas, melainkan spiral konflik tanpa akhir,” kata Luluk.
PKB juga menyatakan solidaritas penuh kepada rakyat Iran yang tengah berduka.
Sementara itu, eskalasi konflik terus meningkat setelah Iran meluncurkan serangan balasan ke Israel serta sejumlah lokasi di kawasan Teluk. Di dalam negeri, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia menyatakan Presiden Prabowo Subianto siap bertolak ke Iran untuk memfasilitasi dialog demi terciptanya kembali stabilitas keamanan di kawasan tersebut (RED)



























Discussion about this post