JAKARTA, RADIANTVOICE.ID – Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Asep Romy Romaya, meminta pemerintah segera mengambil langkah tegas untuk menertibkan peredaran whip phink atau tabung gas Nitrous Oxide (N2O) yang saat ini dijual bebas di pasaran. Ia menilai lemahnya pengawasan berpotensi membahayakan generasi muda.
Menurut Asep, whip phink yang sejatinya digunakan untuk kebutuhan industri kuliner profesional kini banyak disalahgunakan oleh masyarakat, khususnya anak-anak dan remaja, dengan cara dihirup untuk mendapatkan efek euforia sesaat.
“Penggunaan whip phink secara sembarangan sangat berisiko. Efeknya bisa menyebabkan gangguan pernapasan, kerusakan saraf, hingga gagal napas dan henti jantung. Ini bukan barang main-main yang boleh dijual bebas tanpa kontrol,” ujar Asep Romy di Jakarta, Senin (2/2/2026).
Ia menyoroti maraknya penjualan tabung gas bertekanan tersebut di berbagai platform daring maupun toko fisik tanpa pembatasan yang jelas. Kondisi ini, kata dia, menunjukkan lemahnya pengawasan dan regulasi dari pemerintah.
Asep Romy mendesak kementerian dan lembaga terkait untuk segera memperketat aturan peredaran N2O. Ia meminta agar penjualan whip phink hanya diperbolehkan untuk sektor industri dan profesional yang terdaftar serta diawasi secara ketat, dan melarang penjualannya kepada masyarakat umum.
“Pemerintah tidak boleh menunggu sampai ada kasus besar baru bertindak. Harus ada penertiban dan penindakan tegas terhadap pihak yang menjual secara sembarangan, baik di toko offline maupun marketplace,” tegasnya.
Selain regulasi, Asep juga menekankan pentingnya edukasi masif kepada masyarakat terkait bahaya penyalahgunaan gas N2O. Ia mengingatkan bahwa dampak jangka panjang dari zat tersebut dapat menyebabkan kerusakan permanen pada sistem saraf pusat.
“Ini soal keselamatan publik. Negara harus hadir melindungi warga melalui regulasi yang ketat dan edukasi yang jelas, bukan sekadar bersikap reaktif setelah ada jatuh korban,” pungkas Asep Romy (RED).


























Discussion about this post