JAKARTA, RADIANTVOICE.ID – Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa, Rina Saadah, menyatakan optimisme bahwa target swasembada pangan nasional pada 2029 dapat tercapai, asalkan kesejahteraan petani menjadi prioritas utama kebijakan pemerintah.
Menurut Rina, keberhasilan Indonesia mencapai swasembada beras pada 2025 menjadi fondasi penting untuk memperluas kemandirian pangan di berbagai komoditas strategis.
“Tercapainya swasembada beras menandakan Indonesia semakin mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri. Keberhasilan ini menjadi pijakan penting menuju swasembada pangan nasional secara menyeluruh,” ujarnya di Jakarta, Sabtu (25/4/2026).
Ia menjelaskan, capaian tersebut didukung oleh peningkatan signifikan stok beras nasional. Pada Juni 2025, stok beras Bulog sempat mencapai 4,2 juta ton, dan meningkat menjadi 12,53 juta ton pada awal 2026 atau naik hampir 50 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Namun demikian, Rina mengingatkan bahwa target swasembada pangan tidak akan tercapai tanpa langkah strategis yang konsisten dan terukur. Salah satu aspek krusial adalah memastikan distribusi pupuk bersubsidi berjalan tepat sasaran dan mudah diakses petani.
“Sejauh ini pembenahan distribusi pupuk bersubsidi menunjukkan progres baik, di mana akses petani relatif lebih mudah dibandingkan sebelumnya,” katanya.
Selain itu, ia mendorong percepatan pembangunan infrastruktur pertanian, seperti sistem irigasi dan jalan produksi, guna menekan biaya logistik dan meningkatkan efisiensi distribusi hasil panen.
Menurutnya, stabilitas harga di tingkat petani juga menjadi faktor kunci untuk menjaga semangat produksi.
“Menjaga harga jual hasil panen agar tetap menguntungkan penting, sehingga petani memiliki gairah untuk terus berproduksi,” jelasnya.
Rina menegaskan bahwa keberhasilan swasembada pangan sangat bergantung pada sinergi lintas sektor, mulai dari pemerintah pusat dan daerah hingga BUMN dan sektor swasta.
“Jika petani sejahtera, maka produksi akan meningkat dan swasembada pangan bukan hanya target, tetapi menjadi kenyataan yang berkelanjutan,” pungkasnya (RED).



























Discussion about this post