JAKARTA, RADIANTVOICE.ID – Imam Besar Front Pembela Islam, Rizieq Shihab, menegaskan bahwa organisasinya tidak berubah menjadi pasif, melainkan tengah melakukan penyesuaian strategi dalam merespons dinamika sosial dan politik.
Pernyataan ini disampaikan untuk menjawab anggapan publik yang menilai FPI tidak lagi seaktif sebelumnya dalam menyuarakan isu-isu keadilan. Menurut Rizieq, perubahan yang terjadi bukan pada prinsip, tetapi pada cara bergerak agar lebih efektif dan tidak mudah dimanfaatkan pihak tertentu.
“Bukan FPI berubah, bukan. FPI hanya memperbaiki cara geraknya supaya tidak tertipu di tengah jalan,” ujar Rizieq dalam keterangannya, Jumat (17/4/2026).
Ia menjelaskan, langkah tersebut diambil agar perjuangan yang dilakukan tetap berada pada jalur yang benar dan tidak ditunggangi kepentingan lain. FPI, kata dia, tetap berkomitmen mendukung gerakan mahasiswa dan buruh selama bertujuan memperjuangkan keadilan.
Lebih lanjut, Rizieq menyebut bahwa saat ini FPI tengah mencermati perkembangan situasi nasional sebelum mengambil langkah strategis berikutnya. Ia mengibaratkan kondisi tersebut sebagai fase “mengamati” dinamika yang sedang berlangsung.
Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap berbagai provokasi, termasuk dalam isu politik yang berkembang, seperti desakan terhadap Presiden Prabowo Subianto.
Menurutnya, menyampaikan kritik atau tuntutan dalam demokrasi merupakan hal yang sah, namun harus dilakukan secara rasional dan tidak dipengaruhi kepentingan tersembunyi.
“Silakan menyampaikan pendapat, termasuk jika ada tuntutan politik. Tapi harus dengan argumentasi yang jelas dan tidak terprovokasi,” tegasnya.
Dengan demikian, FPI menegaskan tetap berada dalam jalur perjuangan yang sama, namun dengan pendekatan yang lebih berhati-hati dan strategis dalam menghadapi situasi saat ini (RED).

























Discussion about this post