SAMARINDA, RADIANTVOICE.ID – Anggota DPR RI Fraksi PKB sekaligus Ketua DPW PKB Kalimantan Timur, Syafruddin, mengajak seluruh kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) untuk mengedepankan politik kepeloporan dalam setiap langkah perjuangan politik.
Seruan tersebut disampaikan dalam Musyawarah Cabang (Muscab) PKB se-Kalimantan Timur. Menurutnya, politik kepeloporan merupakan pendekatan politik yang berorientasi pada pelayanan dan kerja nyata untuk masyarakat.
“Legislatif tidak boleh membiarkan eksekutif berjalan semena-mena. Hubungan legislatif dan eksekutif ibarat sebuah keluarga. Eksekutif adalah kepala rumah tangga, sementara legislatif adalah istrinya. Keduanya tidak boleh cek-cok, agar tata kelola pemerintahan berjalan harmonis,” ujar Syafruddin.
Ia menegaskan, baik kepala daerah maupun anggota legislatif dari PKB harus menjadi pelopor perubahan dan kebaikan di tengah masyarakat. Selain itu, kader juga diminta mengedepankan politik keteladanan sebagai bagian dari identitas partai.
“Kader PKB harus tampil elegan dan rendah hati, bukan rendah diri. Ketika berada di tengah masyarakat, jangan ada jarak. Jangan lupa pada tim sukses dan konstituen,” tegasnya.
Lebih lanjut, Syafruddin juga menyoroti pentingnya politik kehadiran, yakni keterlibatan langsung kader dalam menyelesaikan persoalan masyarakat. Ia mencontohkan, kader harus hadir membantu warga yang membutuhkan, mulai dari perbaikan rumah, akses layanan kesehatan, hingga pendidikan.
Menurutnya, tiga pilar utama tersebut—politik kepeloporan, keteladanan, dan kehadiran—harus dijalankan secara konsisten oleh seluruh kader PKB agar kepercayaan publik terus meningkat.
“Tiga manifesto ini harus dijalankan secara konsisten. Jika dilakukan, maka kecintaan masyarakat kepada PKB akan tumbuh dengan sendirinya,” jelasnya.
Syafruddin juga mengingatkan bahwa PKB lahir dari kelompok masyarakat kecil atau mustadhafin, sehingga seluruh kader diminta tetap berpihak pada kepentingan rakyat.
“Kita tumbuh dari masyarakat miskin kota dan desa. Kita berjuang untuk rakyat kecil. Maka kita tidak boleh melupakan asal-usul kita,” pungkasnya (RED).




























Discussion about this post