JAKARTA, RADIANTVOICE.ID – Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Ridwan Bae, menegaskan pentingnya perencanaan matang dalam pembangunan pariwisata dan transportasi di Bali agar tidak menimbulkan kepadatan yang semakin parah di masa depan. Hal tersebut disampaikannya dalam Rapat Kerja (Raker) bersama Menteri Pekerjaan Umum, Menteri Perhubungan, dan Gubernur Bali di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Rabu (5/4/2026).
Menurut Ridwan, hingga saat ini Bali belum memiliki master plan komprehensif yang mampu mengantisipasi perkembangan jangka panjang, padahal pulau tersebut merupakan salah satu destinasi wisata utama Indonesia dengan pertumbuhan yang sangat pesat.
“Setiap tahun kita mengamati soal Bali ini, dia berkembang justru sangat mengecewakan kita. Karena apa? Tidak ada satu progres atau master plan yang membaca tentang kemungkinan bagaimana perkembangan yang ada,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kondisi Bali saat ini jauh berbeda dibandingkan beberapa dekade lalu. Tingkat kepadatan di berbagai wilayah meningkat signifikan akibat pertumbuhan penduduk, wisatawan, serta aktivitas ekonomi.
Ridwan juga membandingkan kondisi Bali dengan sejumlah negara seperti Thailand, Malaysia, dan Singapura yang memiliki wilayah relatif kecil namun menghadapi tantangan kepadatan serupa.
“Sekarang perkembangan sudah begitu padat. Kita sudah melihat di Thailand, di Malaysia, atau di Singapura yang negaranya begitu kecil,” katanya.
Ia pun menekankan pentingnya langkah strategis pemerintah untuk mengendalikan pertumbuhan tersebut agar tidak menimbulkan masalah yang lebih besar di kemudian hari.
Lebih lanjut, Ridwan menyoroti urgensi pembangunan sistem transportasi terpadu di Bali yang mencakup berbagai moda, mulai dari darat, laut, hingga udara.
Menurutnya, integrasi transportasi menjadi kunci untuk meningkatkan mobilitas masyarakat dan wisatawan secara efektif sekaligus mengurangi kemacetan.
“Yang terpenting sekali adalah bagaimana merencanakan sistem transportasinya terpadu, mulai dari kereta api bawah tanah, kereta api darat, laut, udara, hingga angkutan mobil harus diatur secara bersama,” pungkasnya.
Ridwan berharap pemerintah segera menyusun master plan yang komprehensif agar pembangunan Bali tetap terarah, berkelanjutan, dan mampu menjaga daya saing pariwisata nasional (RED).


























Discussion about this post