JAKARTA, RADIANTVOICE.ID – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Pengajian Al-Hidayah menegaskan komitmennya dalam memperkuat kemandirian ekonomi kader melalui pengembangan koperasi dan usaha berbasis komunitas. Hal tersebut disampaikan dalam audiensi dengan Kementerian Koperasi di Jakarta, Selasa (7/4/2026).
Wakil Ketua Umum DPP Pengajian Al-Hidayah, Marhamah Mujib, mengungkapkan bahwa organisasinya telah memiliki jaringan luas hingga ke daerah, yang menjadi kekuatan utama dalam mendorong pengembangan ekonomi berbasis masyarakat.
“Pengajian Al-Hidayah saat ini memiliki 38 pengurus DPD di provinsi dan 413 di tingkat kabupaten/kota. Di daerah, kami juga sudah memiliki koperasi-koperasi serta berbagai jenis usaha,” ujar Marhamah.
Ia menjelaskan, program kerja organisasi difokuskan pada peningkatan kapasitas kader, baik dari sisi produksi maupun strategi pemasaran, guna mendorong usaha yang lebih kompetitif dan berkelanjutan.
“Program kerja kami mendorong peningkatan kualitas dan kapasitas produksi, strategi pemasaran, serta penguatan kemandirian ekonomi kader dan pengurus,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Departemen Hubungan Dalam dan Luar Negeri DPP Pengajian Al-Hidayah, Yesy Martaleni, menekankan pentingnya kolaborasi strategis dengan pemerintah dalam memperkuat ekosistem kewirausahaan.
“Harapan kami, kolaborasi ini dapat menciptakan pengusaha yang tangguh, mendorong produk halal, serta memperkuat branding dan packaging agar UKM bisa naik kelas,” ujar Yesy.
Ia juga menyoroti pentingnya peran generasi muda dalam transformasi ekonomi berbasis digital di lingkungan organisasi.
“Pengajian Al-Hidayah juga mendorong kader muda gen Z untuk memiliki jiwa bisnis dan memanfaatkan digitalisasi dalam berusaha,” tambahnya.
Di sisi lain, Ketua Umum DPP Pengajian Al-Hidayah, Hetifah Sjaifudian, menyampaikan bahwa koperasi menjadi instrumen strategis dalam memperluas akses permodalan dan memperkuat ekonomi keluarga.
“Koperasi merupakan pilar utama dalam penguatan ekonomi kerakyatan yang mampu mendorong kemandirian ekonomi berbasis komunitas secara berkelanjutan,” ujarnya.
Audiensi ini menjadi momentum bagi Pengajian Al-Hidayah untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah dalam membangun ekosistem ekonomi yang inklusif, sekaligus meningkatkan daya saing UMKM di tingkat nasional (RED).






























Discussion about this post