JAKARTA, RADIANTVOICE.ID – Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi Partai Golkar, Firnando Ganinduto, menyoroti lonjakan harga plastik dan bahan kemasan yang dinilai telah memberikan tekanan serius terhadap pelaku usaha, khususnya sektor UMKM makanan dan minuman.
Menurut Firnando, kenaikan harga bahan baku yang dipicu gangguan rantai pasok global dan industri petrokimia telah berdampak langsung pada biaya produksi pelaku usaha kecil. Kondisi ini dinilai berpotensi mengganggu stabilitas sektor riil jika tidak segera diatasi.
“Ini bukan sekadar kenaikan harga biasa, tetapi sudah masuk kategori tekanan biaya yang serius bagi UMKM. Jika tidak segera diintervensi, dampaknya bisa meluas ke penurunan daya tahan usaha kecil dan berpotensi memicu inflasi sektor informal,” ujar Firnando di Jakarta.
Ia menjelaskan, lonjakan harga plastik yang bahkan mencapai lebih dari dua kali lipat dalam beberapa waktu terakhir membuat pelaku UMKM berada dalam posisi sulit. Di satu sisi, biaya produksi meningkat, namun di sisi lain mereka tidak bisa serta-merta menaikkan harga jual karena berisiko kehilangan konsumen.
Firnando menilai kondisi ini sebagai bentuk nyata dari tekanan inflasi biaya atau cost-push inflation, di mana kenaikan harga input produksi memaksa pelaku usaha menanggung beban tambahan.
Lebih lanjut, ia mendesak pemerintah, khususnya Kementerian Perdagangan, untuk segera mengambil langkah konkret dalam menstabilkan harga dan menjamin ketersediaan bahan baku di pasar domestik.
“Kementerian Perdagangan harus hadir lebih aktif dalam menjaga keseimbangan pasar. Jangan sampai pelaku UMKM terus menjadi pihak yang menanggung beban dari gejolak global,” tegasnya.
Firnando juga mendorong pemerintah mempercepat pengadaan bahan baku impor dengan menjalin kerja sama langsung dengan negara produsen plastik guna meredam tekanan harga dalam jangka pendek.
Selain itu, ia menekankan pentingnya penguatan industri petrokimia dalam negeri untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasokan global, sekaligus meningkatkan ketahanan sektor industri nasional.
“Intervensi yang cepat dan tepat, termasuk percepatan impor bahan baku plastik dari negara produsen, sangat dibutuhkan agar stabilitas harga dan keberlangsungan usaha tetap terjaga,” pungkasnya (RED).





























Discussion about this post