JAKARTA, RADIANTVOICE.ID – Direktur Center for Sustainable Develepoment Universitas Chicago, Profesor Jeffrey Sachs, melontarkan kritik tajam terhadap Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan menyebut adanya indikasi gangguan mental yang memengaruhi kebijakan luar negeri Washington, khususnya terkait Iran.
Dalam wawancara bersama jurnalis Glenn Greenwald, Sachs menyampaikan bahwa perilaku dan pernyataan Trump yang kerap berubah-ubah menunjukkan ketidakstabilan yang patut menjadi perhatian serius.
“Saya percaya dia hidup di dunia delusional. Banyak psikolog menilai ada indikasi gangguan seperti demensia frontotemporal dengan patologi narsistik,” ujar Sachs.
Ia menilai kondisi tersebut dapat menjelaskan inkonsistensi kebijakan Trump, termasuk dalam merespons eskalasi konflik dengan Iran yang dinilai tidak didasarkan pada perencanaan matang.
“Saya pikir ini perlu diambil serius. Kata-katanya sering tidak koheren, bahkan dalam beberapa kasus tidak tersusun dengan baik,” kata Sachs.
Menurut dia, ketidakstabilan tersebut berkontribusi terhadap meningkatnya risiko konflik global, mengingat keputusan-keputusan strategis diambil tanpa arah yang jelas.
Selain faktor psikologis, Sachs juga membuka kemungkinan bahwa kebijakan Trump dipengaruhi oleh ketidaksiapan dalam menghadapi tekanan geopolitik dan ekonomi.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa aspek psikologis tetap menjadi faktor penting yang tidak boleh diabaikan dalam membaca arah kebijakan Amerika Serikat saat ini.
“Ada banyak teori, tetapi kita tidak bisa mengabaikan kemungkinan bahwa ini adalah masalah psikologis yang nyata,” ujarnya.
Sachs menambahkan, kondisi tersebut diperparah oleh lemahnya sistem perencanaan kebijakan di pemerintahan AS, yang menurutnya tidak lagi mengandalkan analisis mendalam.
Ia memperingatkan bahwa situasi ini dapat membawa dampak serius bagi stabilitas global jika tidak segera direspons oleh komunitas internasional.
“Kita berada dalam situasi yang sangat berbahaya ketika keputusan besar diambil secara impulsif tanpa strategi yang jelas,” kata Sachs.
Di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran, Sachs menekankan perlunya peran negara-negara besar lain untuk mendorong penghentian eskalasi konflik.
Menurut dia, tanpa intervensi diplomatik yang kuat, risiko konflik yang lebih luas akan semakin sulit dihindari (RED).


























Discussion about this post