JAKARTA, RADIANTVOICE.ID – Sekretaris Jenderal DPR RI, Indra Iskandar, mengungkapkan langkah konkret efisiensi anggaran yang kini mulai diterapkan di lingkungan parlemen, salah satunya melalui pengurangan penggunaan listrik di kompleks DPR.
Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi penghematan menyusul rencana efisiensi APBN 2026 di tengah tekanan global. DPR mulai menata ulang berbagai pos pengeluaran agar lebih efektif dan efisien.
“Nanti setiap hari itu jika tidak ada acara persidangan maksimum jam 8 malam seluruh lampu akan dimatikan,” ujar Indra saat dihubungi, Kamis (26/3/2026).
Selain penghematan listrik, DPR juga melakukan pembatasan perjalanan dinas bagi aparatur sipil negara (ASN). Menurut Indra, perjalanan hanya akan dilakukan untuk kepentingan yang mendesak dan tidak bisa ditunda.
“Minggu lalu sudah membahas dari banyak aspek berkaitan dengan penghematan dan juga pola kerja ke depan,” katanya.
Tidak hanya itu, penggunaan kendaraan dinas juga akan dikurangi guna menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM). Skema penghematan tersebut saat ini masih dalam tahap pembahasan internal.
“Ke depan ini sedang kita lakukan exercise untuk pengurangan BBM pada kegiatan-kegiatan,” jelasnya.
Langkah ini sejalan dengan dorongan pemerintah pusat untuk melakukan efisiensi di berbagai sektor, termasuk kemungkinan penyesuaian belanja negara dan pengeluaran operasional lembaga.
Dengan kebijakan tersebut, DPR berharap dapat berkontribusi dalam menjaga stabilitas keuangan negara sekaligus memberi contoh dalam penerapan gaya hidup hemat di lingkungan pemerintahan (RED).



























Discussion about this post