JAKARTA, RADIANTVOICE.ID – Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Irmawan, meminta Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) untuk memprioritaskan pencarian kapal motor KM Kembang Kurma asal Sumenep, Jawa Timur, yang dilaporkan karam di perairan utara Pulau Lombok.
Hingga saat ini, empat orang yang terdiri dari tiga Anak Buah Kapal (ABK) dan satu nahkoda masih dinyatakan hilang. Irmawan menyampaikan duka mendalam atas musibah tersebut dan menekankan pentingnya upaya maksimal dalam proses pencarian korban.
“Kami menyampaikan duka mendalam atas peristiwa karamnya kapal asal Sumenep ini yang mengakibatkan empat orang hingga kini belum ditemukan. Kami meminta Basarnas untuk menjadikan pencarian korban sebagai prioritas utama,” ujar Irmawan di Jakarta, Jumat (6/2/2026).
KM Kembang Kurma diketahui mengangkut muatan sembako milik warga Pagerungan Kecil, Kabupaten Sumenep. Kapal tersebut bertolak dari Pantai Bom, Banyuwangi, pada Selasa malam sekitar pukul 22.30 WIB menuju wilayah kepulauan dengan membawa beras, telur, dan kebutuhan pokok lainnya. Berdasarkan laporan awal, cuaca buruk diduga menjadi penyebab utama kecelakaan laut tersebut.
Irmawan menegaskan bahwa meskipun faktor cuaca tidak dapat diprediksi secara pasti, aspek keselamatan pelayaran harus tetap menjadi perhatian utama. Ia mendorong keterlibatan aktif Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam mendukung operasi pencarian.
“BMKG harus dilibatkan secara aktif dalam mendukung operasi pencarian, mulai dari pemetaan cuaca, arus laut, hingga potensi pergeseran lokasi korban. Setiap nyawa manusia harus terus diupayakan pencariannya karena ada keluarga yang menunggu kepastian,” tegasnya.
Ia juga menyoroti tingginya ketergantungan distribusi logistik ke wilayah kepulauan terhadap transportasi laut tradisional, yang masih menyimpan risiko besar jika tidak diimbangi dengan standar keselamatan memadai.
Menurut Irmawan, peristiwa kapal tenggelam akibat cuaca buruk bukan kali pertama terjadi dan harus menjadi peringatan serius bagi pemerintah untuk memperkuat aspek pencegahan, mulai dari kelayakan kapal, kelengkapan alat keselamatan, hingga kepatuhan terhadap peringatan dini cuaca.
“Distribusi logistik memang penting, tetapi keselamatan awak kapal adalah hal yang tidak bisa ditawar. Pencegahan harus menjadi kebijakan utama agar tragedi seperti ini tidak terus berulang,” pungkasnya (RED).




























Discussion about this post