JAKARTA, RADIANTVOICE.ID – Ketua Komisi XI DPR RI, M. Misbakhun, menegaskan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 tidak hanya berfungsi menjaga pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus diarahkan sebagai instrumen investasi jangka panjang bagi pembangunan sumber daya manusia (SDM) Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Misbakhun saat menjadi pembicara dalam Dialog Publik yang diselenggarakan Forum Staf Anggota (FOSTA) Fraksi Partai Golkar DPR RI.
“APBN harus hadir sebagai instrumen kemakmuran masyarakat. Salah satu fokus pentingnya adalah investasi modal manusia agar kita memiliki generasi berkualitas di masa depan,” ujar Misbakhun.
Ia menyoroti Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai contoh konkret intervensi negara dalam membangun kualitas SDM sejak dini. Menurutnya, program tersebut tidak bisa dilihat semata sebagai beban anggaran, melainkan investasi jangka panjang yang dampaknya akan dirasakan dalam produktivitas dan daya saing bangsa.
“MBG bukan sekadar biaya, tetapi investasi jangka panjang. Generasi yang cukup gizi akan tumbuh menjadi SDM yang sehat, produktif, dan kompetitif,” tegas legislator Fraksi Partai Golkar itu.
Misbakhun menambahkan, program MBG juga diharapkan menciptakan efek berganda bagi perekonomian nasional. Dengan ketentuan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 80 persen untuk bahan baku pangan, program tersebut diyakini mampu menggerakkan sektor pertanian, peternakan, dan UMKM lokal.
“Stimulus sekitar Rp76 triliun akan berputar di petani, peternak, dan pelaku UMKM. Ini bukan hanya program sosial, tetapi juga penggerak ekonomi rakyat,” jelasnya.
Selain MBG, Misbakhun juga menegaskan bahwa APBN 2026 tetap diarahkan untuk mengatasi ketimpangan kesejahteraan melalui berbagai program pengentasan kemiskinan. Pemerintah, kata dia, telah menyiapkan tiga strategi utama, yakni penyediaan kebutuhan pokok, penguatan sistem jaminan sosial, serta pengembangan budaya usaha.
Program-program seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Program Indonesia Pintar (PIP), Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), hingga perumahan rakyat layak huni menjadi bagian dari upaya negara memastikan pertumbuhan ekonomi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.
“Pertumbuhan ekonomi harus berujung pada kesejahteraan rakyat. Di situlah APBN memainkan peran strategisnya,” pungkas Misbakhun (RED).






























Discussion about this post