JAKARTA, RADIANTVOICE.ID – Anggota Komisi I DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Syamsu Rizal, mengecam keras serangan mematikan yang dilancarkan Israel ke Kamp Pengungsi Ghaith, Al-Mawasi, Khan Younis, Jalur Gaza, Sabtu (31/1/2026). Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan puluhan warga Palestina syahid, mayoritas merupakan warga sipil.
Politikus yang akrab disapa Deng Ical itu menilai serangan Israel sebagai bentuk kejahatan kemanusiaan yang nyata dan tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun. Ia menegaskan aksi militer tersebut mencederai nilai-nilai kemanusiaan universal dan merusak upaya gencatan senjata yang sedang berlangsung.
“Ini adalah serangan biadab yang mencederai nilai-nilai kemanusiaan dan merusak gencatan senjata. Dunia internasional tidak boleh diam,” tegas Deng Ical.
Deng Ical juga menyoroti timing serangan yang terjadi tak lama setelah deklarasi pembentukan Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian yang digagas Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Menurutnya, tindakan Israel justru menghancurkan kredibilitas lembaga perdamaian internasional yang baru dibentuk tersebut.
“Serangan ini bukan hanya merusak gencatan senjata, tetapi juga mencoreng citra Board of Peace. Israel jelas tidak layak menjadi anggota Dewan Perdamaian,” ujarnya.
Ia menegaskan Israel harus dikeluarkan dari BoP karena terus melakukan pembunuhan terhadap rakyat Gaza. Menurutnya, negara penjajah tidak pantas duduk dalam forum yang mengatasnamakan perdamaian global.
“Jika Israel tetap menjadi anggota BoP, maka lembaga ini hanya akan dijadikan alat untuk melegitimasi pembunuhan warga Gaza dan pengusiran rakyat Palestina dari tanahnya sendiri,” kata Deng Ical.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa dalih penyerangan terhadap Hamas kerap digunakan Israel untuk membombardir Gaza secara membabi buta. Padahal, korban terbesar dari serangan tersebut adalah warga sipil, termasuk anak-anak, perempuan, dan para pengungsi.
Deng Ical juga menyoroti iuran keanggotaan Board of Peace sebesar 1 miliar dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp16,7 triliun yang akan dibayarkan Indonesia. Ia mengaku khawatir dana tersebut justru disalahgunakan untuk mendukung agresi militer Israel.
“Saya khawatir uang iuran itu dipakai untuk membunuh warga Gaza dengan dalih melucuti senjata Hamas. Padahal Hamas adalah pasukan yang membela rakyat Gaza dari kezaliman Israel,” tegasnya.
Untuk itu, Deng Ical mendesak Pemerintah Indonesia agar bersikap tegas dalam forum Board of Peace. Ia meminta Indonesia secara terbuka mengkritik dan mengutuk aksi kekerasan Israel.
“Indonesia tidak boleh terjebak dalam forum perdamaian yang justru dipakai untuk melegitimasi penjajahan dan pembantaian,” pungkasnya (RED).




























Discussion about this post