JAKARTA, RADIANTVOICE.ID – Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Usman Husin, menyambut baik kerja sama Indonesia dengan Inggris di bidang kemaritiman yang bernilai sekitar 4 miliar pound sterling atau setara Rp 90 triliun. Ia menilai kerja sama tersebut memiliki nilai strategis bagi pertumbuhan ekonomi nasional dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Politisi asal Daerah Pemilihan NTT II itu mengatakan, kerja sama kemaritiman ini mencakup pembuatan sekitar 1.500 kapal nelayan. Kapal-kapal tersebut akan diproduksi di dok kapal Inggris dan selanjutnya dirakit di Indonesia, sehingga memberikan dampak ekonomi langsung bagi dalam negeri.
“Kerja sama kemaritiman ini patut diapresiasi karena memberikan dampak ekonomi yang besar. Masyarakat Indonesia bisa terlibat langsung dalam proses pembuatan kapal, sehingga manfaatnya tidak hanya pada hasil akhir, tetapi juga pada penyerapan tenaga kerja,” ujar Usman, Kamis (22/1/2026).
Menurutnya, program tersebut berpotensi membuka lapangan kerja bagi sekitar 600 ribu tenaga kerja di Indonesia. Hal ini dinilai sejalan dengan upaya pemerintah mendorong sektor industri maritim sebagai salah satu motor penggerak ekonomi nasional.
Meski demikian, Usman mengingatkan pentingnya kesiapan pemerintah sebelum kerja sama tersebut direalisasikan. Ia menekankan perlunya penyiapan sumber daya manusia yang terampil, khususnya dalam penguasaan teknologi industri perkapalan.
“Pemerintah perlu menyiapkan calon-calon pekerja yang memiliki keterampilan memadai agar mampu mengikuti standar dan teknologi yang digunakan dalam industri pembuatan kapal,” jelasnya.
Usman juga berharap kerja sama Indonesia–Inggris ini tidak hanya berorientasi pada bisnis semata, tetapi disertai dengan transfer pengetahuan dan teknologi. Dengan begitu, generasi muda Indonesia dapat meningkatkan kapasitas dan keahlian di bidang pembuatan kapal nelayan.
“Transfer teknologi menjadi kunci. Harapannya, anak-anak muda kita semakin terampil dan ke depan Indonesia bisa lebih mandiri dalam industri pembuatan kapal nelayan,” pungkasnya.
Sebagaimana diketahui, komitmen investasi sekitar Rp 90 triliun tersebut dibawa Presiden Prabowo Subianto usai melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyebutkan, kesepakatan itu menjadi salah satu hasil konkret dari penguatan hubungan kerja sama kedua negara (RED).




























Discussion about this post