BANDA ACEH, RADIANTVOICE.ID – Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Daerah Pemilihan Aceh, Ruslan M. Daud, mengapresiasi langkah cepat Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) dalam menangani kerusakan infrastruktur akibat banjir dan bencana alam di sejumlah wilayah Provinsi Aceh.
Salah satu langkah strategis yang diapresiasi Ruslan adalah rencana pembangunan 20 jembatan permanen yang rusak akibat banjir dan longsor sejak November 2025 lalu. Menurutnya, percepatan penanganan infrastruktur sangat krusial untuk memulihkan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.
“Kerusakan jembatan akibat banjir yang melanda Aceh pada November lalu berdampak berantai. Harga kebutuhan pokok dapat meningkat, hasil pertanian dan perikanan terhambat distribusinya, serta akses masyarakat terhadap pendidikan dan layanan kesehatan menjadi sulit. Karena itu, penanganan jembatan harus menjadi prioritas,” ujar Ruslan, Kamis (22/1/2026).
Ruslan menegaskan, jembatan merupakan urat nadi konektivitas wilayah. Kerusakannya tidak hanya menghambat mobilitas masyarakat, tetapi juga berdampak pada distribusi logistik, aktivitas ekonomi, layanan kesehatan, pendidikan, hingga respons darurat kebencanaan.
Ia menilai kebijakan Kementerian PU yang tidak hanya fokus pada penanganan darurat, tetapi juga menyiapkan solusi permanen, sebagai langkah yang tepat dan berpihak pada kepentingan jangka panjang masyarakat Aceh.
“Kementerian PU merencanakan pembangunan 20 jembatan permanen di seluruh Aceh serta penanganan 68 titik longsoran di jalur lintas timur, tengah, barat, selatan, dan sejumlah ruas penghubung antarwilayah. Ini menunjukkan kehadiran negara dengan skala pekerjaan yang besar dan dirancang sebagai solusi jangka panjang,” katanya.
Ruslan menjelaskan, seluruh program tersebut akan dilaksanakan secara bertahap mulai Januari hingga Juni 2026 dengan mempertimbangkan tingkat kerusakan, urgensi, serta kondisi geografis masing-masing daerah.
Ia juga menambahkan, jembatan sementara atau jembatan Bailey yang saat ini digunakan sebagai akses darurat akan dibangun kembali menjadi jembatan permanen. Bahkan, beberapa jembatan direncanakan dibangun dengan konsep duplikasi atau jembatan kembar untuk meningkatkan kapasitas lalu lintas dan keselamatan pengguna jalan.
“Konsep ini akan diterapkan pada sejumlah jembatan di ruas jalan nasional strategis, seperti Jembatan Kutablang (Krueng Tingkeum) dan Jembatan Teupin Mane di Kabupaten Bireuen, yang menjadi jalur utama distribusi logistik dan mobilitas masyarakat di wilayah lintas timur Aceh,” pungkas Ruslan (RED).




























Discussion about this post