JAKARTA, RADIANTVOICE.ID – Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian menegaskan pentingnya percepatan pemulihan infrastruktur pendidikan pascabencana banjir dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada November 2025 lalu. Menurutnya, perbaikan dan pembangunan kembali sekolah harus menjadi prioritas agar proses belajar-mengajar dapat segera berjalan normal.
Hetifah menyampaikan, ribuan sekolah terdampak bencana masih membutuhkan penanganan lanjutan, baik dari sisi bangunan utama maupun sarana pendukung pendidikan. Kondisi ini berdampak langsung pada kelangsungan pendidikan ratusan ribu siswa di wilayah terdampak.
“Keselamatan memang yang utama, tetapi pemulihan infrastruktur sekolah tidak boleh ditunda. Sekolah adalah ruang pemulihan masa depan anak-anak,” ujar Hetifah di Jakarta, Sabtu (18/1/2026).
Data sementara Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) per 14 Januari 2026 mencatat 4.639 satuan pendidikan terdampak di tiga provinsi. Sebanyak 4.440 sekolah telah kembali digunakan, meski sebagian masih menjalankan pembelajaran di tenda darurat atau menumpang di fasilitas lain. Sementara 199 sekolah masih dalam tahap pembersihan.
Selain itu, bencana turut mengganggu aktivitas belajar 683.259 siswa serta 59.397 guru dan tenaga kependidikan. Tingkat kerusakan sekolah bervariasi, mulai dari rusak ringan hingga rusak total, dengan lebih dari seribu sekolah mengalami kerusakan berat yang membutuhkan rekonstruksi menyeluruh.
Hetifah mengapresiasi berbagai langkah awal pemerintah, seperti pembersihan ribuan sekolah, pendirian ratusan tenda dan ruang kelas darurat, serta distribusi bantuan perlengkapan belajar. Ia juga mencatat adanya pemberian tunjangan khusus bagi guru dan tenaga kependidikan di daerah terdampak.
Namun demikian, ia menilai upaya tersebut belum cukup. Masih banyak sekolah yang terkendala lumpur, kerusakan infrastruktur penunjang, dan keterbatasan fasilitas belajar, terutama di sekitar hunian sementara.
“Kami mendorong Kemendikdasmen dan pemerintah daerah untuk mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi sekolah. Infrastruktur pendidikan harus dibangun kembali secara tangguh dan berkelanjutan,” tegas Hetifah.
Ia juga menekankan perlunya penyediaan fasilitas pendidikan di hunian sementara, termasuk ruang kelas darurat dan area bermain anak, sebagai bagian dari pemulihan menyeluruh.
“Pemulihan infrastruktur pendidikan adalah investasi jangka panjang bagi bangsa. Dari sekolah yang aman dan layak, masa depan anak-anak Indonesia dipulihkan,” pungkasnya (RED).






























Discussion about this post