JAKARTA , RADIANTVOICE.ID– Anggota Komisi VI DPR RI, Christiany Eugenia Paruntu, menegaskan negara tidak boleh kalah dari praktik penyelundupan pangan yang merugikan petani dan konsumen. Hal itu disampaikannya menanggapi terungkapnya kasus penyelundupan 133,5 ton bawang bombay ilegal yang diduga membawa penyakit tanaman dan masuk tanpa prosedur karantina resmi.
Menurut Christiany, kasus tersebut mencerminkan masih adanya celah serius dalam pengawasan impor dan distribusi pangan strategis. Ia menilai lemahnya kontrol di jalur pelabuhan dan distribusi antarwilayah berpotensi membahayakan sektor pertanian nasional sekaligus merusak kepercayaan terhadap tata kelola perdagangan pangan.
“Pengawasan pangan tidak boleh setengah-setengah. Negara tidak boleh kalah oleh praktik ilegal yang jelas-jelas merugikan petani dan konsumen,” tegas Christiany di Jakarta.
Ia menekankan bahwa penyelundupan komoditas hortikultura bukan sekadar pelanggaran administratif, melainkan ancaman nyata terhadap ketahanan pangan nasional. Risiko masuknya penyakit tanaman dinilai dapat menimbulkan kerugian jangka panjang, mulai dari penurunan produktivitas hingga meningkatnya biaya pengendalian penyakit di tingkat petani.
Christiany juga mendorong pemerintah, khususnya Kementerian Perdagangan, untuk memperketat sistem perizinan impor serta meningkatkan pengawasan distribusi pasca-pelabuhan. Selain itu, ia meminta aparat penegak hukum bertindak tegas agar kasus serupa tidak terus berulang.
Tak hanya pemerintah, ia turut menyoroti peran BUMN di sektor logistik dan pangan agar tidak menjadi titik lemah dalam rantai pasok nasional. Menurutnya, seluruh pihak yang terlibat dalam distribusi pangan harus patuh pada aturan dan mendukung perlindungan terhadap produksi dalam negeri.
Dari sisi ekonomi, Christiany mengingatkan masuknya bawang bombay ilegal berpotensi menekan harga di pasar dan merugikan petani hortikultura lokal. Ia meminta kebijakan pangan nasional lebih berpihak pada petani dengan menjaga keseimbangan pasokan serta memastikan hasil produksi dalam negeri terserap secara optimal.
Menutup pernyataannya, Christiany Eugenia Paruntu menegaskan Komisi VI DPR RI akan terus mengawasi penanganan kasus ini dan mendorong adanya efek jera bagi para pelaku. “Ketegasan negara adalah kunci. Jika penyelundupan dibiarkan, maka yang dikorbankan adalah petani dan ketahanan pangan kita sendiri,” pungkasnya (RED).































Discussion about this post