JAKARTA, RADIANTVOICE.ID – Sekretaris Jenderal Partai Golkar Sarmuji menegaskan bahwa wacana pembentukan koalisi permanen pendukung Presiden Prabowo Subianto tidak akan mengabaikan aspirasi masyarakat. Ia menyatakan, meski koalisi pemerintahan saat ini solid, proses menuju koalisi permanen tetap membutuhkan penyesuaian dan kehati-hatian.
“Mungkin harus ada penyesuaian-penyesuaian dengan memperhatikan aspirasi masyarakat. Tapi arahnya kelihatannya oke-oke saja,” kata Sarmuji di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Jumat (9/1/2026).
Menurut Sarmuji, koalisi partai pendukung Prabowo berada dalam kondisi yang stabil dan kondusif. Bahkan, komunikasi antarpartai telah berlangsung untuk membahas kemungkinan kerja sama politik jangka panjang dalam bentuk koalisi permanen.
“Insyaallah solid. Koalisi permanen bisa terjadi dan tentu akan ada sikap-sikap politik yang didiskusikan secara intens,” ujarnya.
Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI itu menjelaskan, sejauh ini pembahasan koalisi permanen masih dilakukan secara informal, seperti melalui percakapan santai dan komunikasi personal antar elite partai.
“Masih ngobrol informal, tanya-tanya, telepon-telepon,” katanya.
Ia menilai, komunikasi tersebut mendapat respons positif dari para pihak dan menunjukkan adanya kesamaan pandangan dalam menjaga stabilitas pemerintahan ke depan. Namun demikian, Sarmuji menekankan bahwa legitimasi publik tetap menjadi faktor penting dalam setiap keputusan politik.
Sebelumnya, Partai Golkar melalui Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) I Tahun 2025 secara resmi merekomendasikan pembentukan koalisi permanen. Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia menyatakan koalisi permanen diperlukan untuk memastikan dukungan politik yang stabil bagi pemerintah serta menjaga kesinambungan pembangunan nasional.
Menurut Bahlil, stabilitas politik merupakan prasyarat utama agar kebijakan strategis pemerintah dapat dijalankan secara efektif dan berkelanjutan di tengah dinamika politik nasional (RED).































Discussion about this post