PIDIE JAYA, RADIANTVOICE.ID – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan perannya dalam aksi kemanusiaan dengan mendukung penuh program pendidikan gratis bagi santri korban banjir di Aceh. Dukungan ini diberikan kepada Pondok Pesantren Darul Munawwarah Kuta Krueng, Kabupaten Pidie Jaya, yang membuka akses pendidikan tanpa biaya bagi santri terdampak bencana.
Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB Dapil Aceh, Ruslan Daud, menyampaikan bahwa kehadiran PKB dalam program tersebut merupakan bentuk tanggung jawab sosial partai terhadap masyarakat yang sedang menghadapi musibah.
“PKB hadir tidak hanya untuk memberikan simpati, tetapi juga solusi nyata. Pendidikan santri korban banjir harus menjadi prioritas agar mereka tetap memiliki harapan dan masa depan,” ujar Ruslan Daud, Jumat (2/1/2026).
Ia menjelaskan, langkah ini merupakan tindak lanjut arahan Ketua Umum DPP PKB, Abdul Muhaimin Iskandar, yang mendorong seluruh kader untuk terlibat aktif dalam upaya pemulihan pascabencana, khususnya melalui sektor pendidikan.
Menurut pria yang akrab disapa HRD itu, Muhaimin Iskandar ingin memastikan anak-anak korban banjir di Aceh tidak kehilangan akses pendidikan, terutama bagi mereka yang memilih jalur pendidikan pesantren. PKB, kata dia, siap memfasilitasi kebutuhan dasar pendidikan santri yang akan mondok di Dayah Darul Munawwarah Kuta Krueng.
“Gus Muhaimin dan PKB berkomitmen mendukung penuh pendidikan santri korban banjir agar mereka bisa bangkit dan melanjutkan cita-citanya,” katanya.
HRD menambahkan, pendidikan memiliki peran strategis dalam pemulihan sosial dan psikologis korban bencana. Dengan tetap bersekolah atau mondok di pesantren, anak-anak diharapkan dapat kembali menjalani aktivitas secara normal.
“Pendidikan adalah pondasi utama untuk memulihkan kehidupan anak-anak korban bencana,” ujarnya.
Pondok Pesantren Darul Munawwarah Kuta Krueng yang berdiri sejak 1964 di Desa Kuta Krueng, Kecamatan Bandar Dua, Kabupaten Pidie Jaya, saat ini memiliki sekitar 10.000 santri putra dan putri. Pesantren yang didirikan oleh Tgk. H. Usman Ali atau Abu Kuta Krueng tersebut telah melahirkan ribuan alumni dan mengembangkan jaringan pesantren di berbagai daerah di Aceh maupun luar provinsi (RED).




























Discussion about this post